LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Ma'ruf Korban Hoaks, PDIP Tuding Ada Kekuatan Tak Senang Nasionalis dan Agamis Kompak

Hasto menyebut hal ini bukan kebetulan. Menurutnya, ada yang tidak senang dengan kombinasi pasangan calon presiden nasionalis agamis antara Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

2018-12-28 09:21:07
Pilpres 2019
Advertisement

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyesalkan munculnya hoaks yang menyudutkan cawapres Ma'ruf Amin. Hasto geram sosok ulama pun tak tanggung menjadi korban hanya karena pemilu.

"Jangan hanya gara-gara pemilu lalu berubah peradaban kita sehingga sosok ulama yang dihormati pun difitnah. Fitnah adalah tindakan keji, membunuh nilai kemanusiaan dan cermin merosotnya peradaban politik kita," ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/12).

Hasto menyebut hal ini bukan kebetulan. Menurutnya, ada yang tidak senang dengan kombinasi pasangan calon presiden nasionalis agamis antara Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Advertisement

"Pasti ada kekuatan yang tidak senang melihat kekompakan nasionalis dan agamis; agamis dan nasionalis, di mana keduanya tidak terpisahkan bagaikan satu keping mata uang yang ikut bergotong royong membentuk Indonesia Raya," kata dia.

Hasto yakin masyarakat punya hati nurani dalam memilih calon pemimpin yang tepat. Hoaks dan fitnah Obor Rakyat yang menyerang Jokowi 2014 terbukti gagal.

"Beruntunglah Indonesia, masyarakat Indonesia masih melihat rekam jejak dan hal-hal baik di dalam memilih presiden dan wakil presidennya. Rakyat tidak suka dengan berbagai bentuk fitnah. Kegagalan Proyek Obor Rakyat yang beredar masih pada pilpres 2014 dan terbongkarnya kasus Ratna Sarumpaet tidak boleh terjadi lagi," kata dia.

Advertisement

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu menegaskan komitmen sejak awal untuk berkontestasi adu gagasan dan rekam jejak pasangan calon. "Jadi mau pilih pemimpin dengan rekam jejak yang baik atau buruk?" pungkas Hasto.

Sebelumnya, viral video Ma'ruf Amin mengucapkan selamat Natal yang telah disunting dengan menggunakan pakaian sinterklas. Hal tersebut pun langsung dilaporkan ke polisi.

Baca juga:
Milenial Kesal Politik Doyan Berbual
Politik di Mata Milenial
Ma'ruf Amin: Peran Ibu Penting Sebagai Tiang Negara
Sebut Korupsi di Indonesia Kanker Stadium 4, Prabowo Diminta Setop Bicara Ngawur
Moeldoko: Reuni 212 Enggak Ngaruh ke Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf
SBY Intensif Kampanyekan Prabowo di Januari, Bulan Maret Pakai Jurus Pamungkas
Jokowi Ingin Kemenangan di Sulsel Lebih dari Pilpres 2014

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.