LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

'Majunya Mama Emi membuktikan bahwa perempuan NTT itu hebat'

Pengalamannya sebagai kepala desa dulu membuat Quinta sangat bangga terhadap Cawagub NTT, Emelia J Nomleni. Sebab, wanita yang akrab disapa Mama Emi itu telah mencatat sejarah sebagai perempuan NTT pertama yang maju dalam kontestasi politik tingkat provinsi.

2018-04-21 20:34:00
Pilgub NTT
Advertisement

Menjadi kepala desa bagi kaum perempuan NTT tidaklah mudah. Apalagi jika itu terjadi pada masa Orde Baru. Selain demokrasi lagi mati suri, budaya NTT zaman itu juga masih menganggap perempuan sebagai kaum terbelakang.

Namun, siapa sangka jika di era Soeharto itu sudah ada seorang perempuan NTT yang menjadi kepala desa. Namanya Quinta Nenometa. Dia memimpin Desa Sanbet, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada 1979-1982.

Mama Quinta yang kini berusia 72 tahun bercerita, saat menjabat menjadi kepala desa, dia mendapat tunjangan Rp 2.500 per bulan.

Advertisement

"Tunjangan hanya sedikit. Subsidi cuma Rp 75.000 buat bangun desa. Tetapi saya bersyukur bisa dipercayai sebagai kepala desa," katanya, Sabtu (21/4).

Pengalamannya sebagai kepala desa dulu membuat Quinta sangat bangga terhadap Cawagub NTT, Emelia J Nomleni. Sebab, wanita yang akrab disapa Mama Emi itu telah mencatat sejarah sebagai perempuan NTT pertama yang maju dalam kontestasi politik tingkat provinsi.

"Sebagai kaum perempuan, saya sangat bangga karena majunya Mama Emi membuktikan bahwa perempuan NTT itu hebat dan sederajat dengan kaum laki-laki," katanya.

Advertisement

Sementara Mama Emi mengaku sosok Mama Quinta sangat menginspirasi dirinya dan membuatnya semakin percaya diri dalam pencalonannya sebagai Wakil Gubernur NTT 2018-2023.

"Ini bukti bahwa perempuan itu tidak boleh dipandang sebelah mata. Perempuan hadir bukan mau merebut tempat laki-laki, tetapi kehadiran perempuan sebagai penolong bagi laki-laki," kata Mama Emi.

Baca juga:
Bawaslu ingatkan politik uang bisa berujung diskualifikasi calon
Bawaslu dan masyarakat sipil deklarasi tolak politik uang & SARA di Pilkada Serentak
Berdayakan eks TKI, Gus Ipul salut dengan UMKM Batik Lesoeng Ponorogo
500 Ribu warga Jatim berpotensi kehilangan Hak Pilihnya
Hari Kartini, Cawagub NTT minta tak terjebak pemikiran wanita tak bisa memimpin
Bertemu Gus Ipul, Qomar petani melon Difabel Lamongan minta alat penghancur Tanah
Penetapan DPT Pilgub Jatim selesai, KPU siap cetak surat suara

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.