Mahyuddin sebut Golkar susah akur karena Ical & Agung punya gerbong
Agar polemik partai antara kubu Agung Laksono-Ical dapat berakhir,, kata dia, baiknya digantikan kader lain.
Politikus Golkar Mahyuddin mengharapkan Aburizal Bakri (Ical) legowo untuk tak mencalonkan kembali sebagai calon Ketua Umum Golkar. Agar polemik partai antara kubu Agung Laksono-Ical dapat berakhir, kata dia, baiknya digantikan kader lain yang lebih potensial.
"Saya harap ARB legowo, saya lihat dia terlalu ambisius, padahal tidak seperti itu. Beliau ingin polemik berakhir tapi susah. Karena masing-masing punya gerbong," kata Mahyuddin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/9).
Mahyuddin menilai, apabila Golkar tetap dipimpin oleh salah satu kubu tersebut, partai Golkar hanya memihak kelompok tertentu sehingga partai sulit berkembang dan selalu muncul konflik internal.
"Sekarang serba gerbong di mana-mana. Bahwa kehadiran orang yang fanatik terhadap salah satu kubu menjadi tidak obyektif," jelasnya.
Untuk menyelesaikan persoalan di antara dua kubu tersebut, partai Golkar membutuhkan kader dan pemimpin partai mementingkan kemashalahatan partai bukan individu.
"Membutuhkan kader yang mempunyai solidaritas kepada partai bukan individu. Orang-orang yang cinta kepada partai dibanding kelompok," pungkasnya.
Baca juga:
Mereka calon kuat Ketum Golkar baru di luar Ical dan Agung Laksono
Konflik Agung vs Ical ditinggal, wacana Golkar Baru dilempar
Yorrys bilang ada Golkar baru sebelum Pilkada serentak
Golkar baru diwacanakan, penyelesaian konflik atau intrik?
Golkar baru di luar Ical dan Agung lahir jelang pilkada serentak?