Kubu Ical tolak Munas, Muladi bilang 'biar saja!'
"Kita kan maunya damai dan Golkar menang di kemudian hari," kata Muladi.
Sejumlah elite Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie menolak dengan tegas putusan Mahkamah Partai Golkar yang mendesak digelarnya Munas paling lambat pada Maret 2016 sebagai solusi mengatasi perseteruan antar dua kubu.
Ketua Mahkamah Partai Golkar Muladi heren dengan sikap kubu Ical tersebut. Padahal, kata dia, Munas tersebut bertujuan baik agar Golkar tak terus-terusan mengalami perpecahan.
"Biar saja! Kita kan maunya damai dan Golkar menang di kemudian hari," kata Muladi usai rapat dengan Panja RUU KUHP di Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/1).
Muladi membantah apabila putusan dari Mahkamah Partai yang mendesak Munas itu justru semakin membuat runyam Partai Golkar. Sebab, kedua kubu dilibatkan dalam Munas. Seperti Agung Laksono dan Aburizal Bakrie yang ditunjuk sebagai tim anggota transisi. Terlebih, nama senior seperti BJ Habibie didapuk menjadi pelindung tim transisi.
"Enggak, itu dari pihak sana. Dua pihak dilibatkan. Itu saja. Kalau hanya satu pihak buat apa.itu dua pihak dilibatkan. Senior-senior dilibatkan," katanya.
Muladi menjelaskan bahwa Mahkamah Partai tak akan lagi terlalu banyak ambil pusing apabila kubu Ical tetap menyatakan penolakan terhadap Munas. Sebab, hal itu sudah menjadi urusan Jusuf Kalla yang telah ditunjuk sebagai Ketua Tim Transisi.
"Biar nanti urusannya sama Pak Jusuf Kalla," katanya.
Baca juga:
JK tegaskan munas harus dilaksanakan, senior ingin Golkar bersatu
Azis Syamsuddin: Ketua Mahkamah Partai Golkar saya, bukan Muladi
Kubu Ical setuju Golkar munas lagi, tapi ini syaratnya
Priyo sebut cuma orang yang mau Golkar rusak tolak putusan MPG
Akhiri konflik, Mahkamah Partai Golkar putuskan munas digelar Maret