LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

KPU Akan Tempuh Jalur Hukum Penuding Server Disetting Menangkan Jokowi

Hasyim menjelaskan, semua proses penghitungan suara dilakukan secara manual. Mulai dari di Tempat Pemungutan Suara (TPS), petugas pemilihan kecamatan (PPK), KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi dan KPU pusat.

2019-04-04 15:03:00
KPU
Advertisement

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari membantah, terkait video viral yang menyebut server ‎milik lembaga penyelenggara pemilu tersebut sudah diatur untuk memenangkan capres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Menurutnya, KPU bekerja secara adil dan tidak mendukung salah satu paslon peserta pemilu.

"Dengan demikian tidak benar tuduhan bahwa KPU sudah mensetting perolehan Capres melalui sistem IT," kata Hasyim di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Kamis (4/4).

Selain itu, ia mengungkapkan, tak ada server KPU yang berada di luar negeri dan semua berada di dalam negeri. Hal itu dikarenakan, agar bisa dijaga bersama-sama oleh penyelenggara pemilu dan juga IT dari dalam negeri.

Advertisement

"Sehingga kalau disampaikan ada server KPU di luar negeri yang bobol itu tidak benar," ungkapnya.

Hasyim menjelaskan, semua proses penghitungan suara dilakukan secara manual. Mulai dari di Tempat Pemungutan Suara (TPS), petugas pemilihan kecamatan (PPK), KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi dan KPU pusat.

Hasil scan Form C1 yang selanjutnya diunggah di website KPU yang dilakukan setelah penghitungan suara selesai di TPS‎. Sehingga, pada dasarnya hasil suara di TPS sudah diketahui dulu oleh publik, seperti saksi, panwas TPS, warga pemilih, pemantau, media dan lainnya.

Advertisement

‎"Semua pihak diberi kesempatan untuk mendokumentasikan hasil penghitungan suara dalam Form C1-Plano," jelasnya.

Hasyim menegaskan, terkait video viral di media sosial yang dirasa sangat merugikan KPU. Pihaknya pun akan melaporkan akun-akun yang telah memviralkan video tersebut ke Bareskrim Polri. Sehingga ada upaya penegakan hukum menjelang hari pencoblosan.

"Supaya semuanya menjaga pemilu 2019 yang berkualitas dan berintegritas," tegasnya.

Sekadar informasi, ‎beredar video di media sosial dengan bebarapa versi durasi. Di beberapa video itu menayangkan salah seorang bernama Wahyu yang pernah menjabat sebagai staf Jokowi ketika menjadi Wali Kota Solo.

Dalam video itu, Wahyu menyebutkan bahwa informasi mengenai server milik KPU yang sudah diatur untuk kemenangan Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin. Ini dikatakannya setelah berkunjung ke Singapura.

Baca juga:
Penjelasan Ma'ruf Amin soal Video 'Ahok Sumber Konflik'
Strategi Dodol Ma'ruf Amin Genjot Suara Jokowi di Garut
Sandiaga Uno Resmikan Empat Rumah Siap Kerja di Jawa Timur
Saat Kecil Pernah Takut Enggak Bisa Kuliah, Alasan Jokowi Buat Kartu Kuliah
Jokowi Targetkan Menang 80 Persen di Banyumas
BPN Sebut Ma'ruf Diadang Massa Prabowo di Pamekasan Sebuah Fitnah

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.