Komisioner KY sebut DPR cuma pilih hakim yang pandai bicara
Padahal, kualitas tidak ditentukan oleh seberapa pandai hakim itu berbicara.
Komisi Yudisial (KY) kecewa terhadap langkah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam pemilihan hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka dituding DPR sebagai penyebab terpilihnya hakim konstitusi yang tak berkualitas.
"DPR tidak meloloskan satupun calon hakim yang disodorkan dari KY, itu bagi KY bukan gempa bumi tapi yang telah kita lakukan itu sudah objektif, tetapi di DPR cuma fit and proper test yang pendek," keluh Komisioner KY Bidang Pencegahan dan Peningkatan kapasitas Hakim, Ibrahim di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (17/2).
Ibrahim melihat DPR hanya memilih hakim MK yang pandai bicara. Padahal, kualitas hakim MK tidak ditentukan oleh seberapa pandai hakim itu berbicara.
"Harus ada barometer mengapa mereka tidak diterima. Bukan karena mereka enggak bisa jawab DPR, berarti mereka enggak bisa jawab karena hakim itu harus diam tidak boleh banyak mengomentari. Tetapi dilihat sejauh mana dia bertugas, hakim bukan komentator," sambung dia.
Semakin banyak bicara mengenai keputusan politis membuat hakim terlihat dia punya kepentingan politik. Hakim hanya bisa komentar di saat-saat tertentu.
"Komentar yang terbaik itu pada pertimbangan hukum, dia boleh berkomentar sepuas-puasnya dengan ilmu yang dia miliki," lanjut dia lagi.
Baca juga:
KY: MK gunakan kekuasaannya untuk tidak mau diawasi
Ini alasan MK batalkan UU Nomor 4/2014
MK: Komisi Yudisial bukan lembaga pengawas hakim konstitusi
KY desak DPR segera kirim panel ahli seleksi hakim MK
Ini alasan Komisi III DPR tolak calon hakim agung usulan KY