Komisi VII DPR RI Teruskan Keluhan Peternak Terkait Harga Telur Bebek Anjlok ke Pemerintah
Peternak telur bebek di Indonesia menghadapi krisis akibat harga telur bebek anjlok di bawah biaya produksi, memicu protes dan desakan agar pemerintah segera turun tangan menyelesaikan masalah ini.
Komisi VII DPR RI menyatakan komitmennya untuk meneruskan aspirasi peternak telur bebek kepada pemerintah dan komisi terkait. Langkah ini diambil menyusul keluhan serius dari para peternak mengenai anjloknya harga jual telur bebek, yang kini berada di bawah harga pokok produksi. Situasi ini diperparah dengan terus meningkatnya biaya operasional, terutama harga pakan ternak yang melonjak drastis.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia, menegaskan bahwa pihaknya akan membawa isu ini ke Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian dan pangan. Selain itu, aspirasi ini juga akan disampaikan kepada Fraksi PKB untuk mendapatkan perhatian dan tindak lanjut. Tujuannya adalah memastikan pemerintah segera merespons kondisi sulit yang dialami oleh para peternak.
Protes ini disuarakan oleh komunitas Persatuan Peternak Bebek Nasional (PPBN) dalam acara "Rembug Nasional Peternak Rakyat, Harga Pakan Melambung, Harga Telur Bikin Kembung" di Sleman, Yogyakarta. Acara tersebut menjadi wadah bagi peternak untuk menyuarakan kekhawatiran mereka. PPBN mendesak pemerintah untuk segera mengambil kebijakan konkret guna menstabilkan harga dan menjamin keberlangsungan usaha peternak rakyat.
Aspirasi Peternak dan Respon DPR
Persatuan Peternak Bebek Nasional (PPBN) menyuarakan protes keras terhadap pemerintah terkait memburuknya harga dan serapan telur bebek di pasaran. Ketua Umum PPBN, Mohammad Rosul, mengungkapkan bahwa harga telur bebek saat ini telah jatuh di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP), membuat peternak merugi. Kondisi ini mengancam keberlangsungan usaha ribuan peternak di seluruh Jawa.
Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia, memastikan akan meneruskan aspirasi ini kepada pihak berwenang. Aspirasi tersebut akan disampaikan kepada Komisi IV DPR RI yang memiliki kewenangan dalam isu pangan dan pertanian. Selain itu, Fraksi PKB juga akan dilibatkan untuk memastikan isu ini mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Tujuan utama dari penerusan aspirasi ini adalah agar pemerintah dan komisi terkait dapat segera merespons keluhan peternak. Diharapkan ada langkah-langkah konkret yang diambil untuk menstabilkan harga telur bebek anjlok dan menjaga kesejahteraan peternak. Keberpihakan pemerintah terhadap peternak rakyat menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Penyebab dan Dampak Anjloknya Harga Telur Bebek
Salah satu faktor utama penyebab harga telur bebek anjlok adalah kenaikan harga pakan ternak yang signifikan. Haryono, salah satu peserta rembug peternak rakyat, menjelaskan bahwa harga pakan bebek petelur telah mengalami kenaikan sebanyak tiga kali dalam dua bulan terakhir. Kenaikan biaya produksi ini tidak diimbangi dengan harga jual telur yang memadai, sehingga peternak tercekik.
Mohammad Rosul dari PPBN menambahkan bahwa harga telur bebek saat ini berkisar antara Rp 1.400 hingga Rp 1.500 per butir. Angka ini jauh di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) yang idealnya mencapai Rp 1.732 per butir. Selisih harga ini mengakibatkan kerugian besar bagi peternak, bahkan membuat mereka tidak bisa menutupi biaya operasional.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kerugian finansial peternak, tetapi juga berpotensi mengancam pasokan telur bebek nasional. Jika tidak ada intervensi pemerintah, banyak peternak yang mungkin terpaksa gulung tikar. Hal ini tentu akan mengganggu stabilitas pasokan pangan dan ketahanan pangan di Indonesia.
Langkah Konkret Peternak dan Harapan ke Pemerintah
Selain menyuarakan protes, PPBN juga berencana melayangkan surat audiensi resmi kepada Komisi IV DPR RI. Audiensi ini bertujuan untuk menjelaskan secara langsung kondisi riil yang dihadapi peternak rakyat yang semakin hari semakin dirugikan. Mereka berharap dapat menyampaikan data dan fakta yang kuat untuk mendukung tuntutan mereka.
Mohammad Rosul menegaskan bahwa PPBN ingin memastikan adanya keberpihakan pemerintah yang jelas terhadap peternak rakyat. Menurutnya, ketahanan dan swasembada pangan bukan hanya sekadar wacana, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan yang pro-peternak. Pemerintah diharapkan dapat mengontrol pasar dan menstabilkan harga telur bebek anjlok.
Sebagai bentuk protes dan upaya menarik perhatian publik, PPBN juga menggelar aksi bagi-bagi 30.000 butir telur bebek secara gratis. Aksi ini dilakukan di perempatan Ringroad Utara UPN, Sleman, Yogyakarta. Pembagian telur gratis ini menjadi simbol keprihatinan peternak terhadap harga dan peluang pasar telur bebek yang terus memburuk.
Sumber: AntaraNews