LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Ketika karisma Risma buat mereka terkesima

Ketika karisma Risma buat mereka terkesima. Risma berterima kasih atas yang dilakukan relawan Karisma, datang jauh-jauh dari Jakarta menjemputnya ke Surabaya. Dia tak meragukan kesungguhan dukungan mereka, hanya saja dia menyerahkan segalanya pada Tuhan

2016-09-20 07:02:00
Risma maju Pilgub DKI
Advertisement

Pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, tinggal sehari lagi. Pendaftaran resmi dibuka tanggal 21 September sampai dua hari ke depannya atau tanggal 23 September.

Jelang pendaftaran, suasana politik di Jakarta kian memanas. Hingga saat ini baik calon petahana maupun partai belum ada yang mengumumkan pasangan komplet yang akan diusung untuk pilgub 22 Februari 2017 mendatang.

Incumbent Basuki Tjahaja Purnama memastikan dirinya kembali maju di Pilgub DKI Jakarta. Dia telah resmi diusung tiga partai, Golkar, NasDem, dan Hanura. Sayang, untuk posisi wakil gubernur masih samar-samar. Ahok, sapaan Basuki, sempat memilih Kepala BPKAD DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, sebagai cawagubnya. Namun kini, dia bimbang. Tampak Ahok masih ingin kembali dipasangkan oleh PDIP dengan Djarot Saiful Hidayat.

Selain Ahok, ada nama cagub yang sudah resmi diusung. Yakni Sandiaga Uno. Partai Gerindra sudah mendeklarasikan Sandiaga Uno untuk maju di pilgub melawan Ahok. Namun, untuk posisi cawagub masih dirundingkan bersama partai yang tergabung dalam koalisi kekeluargaan. Sempat muncul sejumlah nama seperti politikus PKS, Mardani Ali Sera, ada pula PNS DKI, Saefullah dan Sylviana Murni, namun belum ada yang diketok palu.

Di antara keduanya, ada satu nama lagi yang kencang disuarakan agar maju di Pilgub DKI Jakarta. Dia adalah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Banyak sekali yang mendukung agar Risma berangkat ke Jakarta melawan Ahok. Tak cuma suara perseorangan, sejumlah orang sampai membentuk gerakan menyokong Risma berani maju memperebutkan kursi DKI 1 dari tangan Ahok.

Nama Risma juga berseliweran di sejumlah survei Pilgub DKI. Soal popularitas, wanita berjilbab itu tak kalah jauh dengan Ahok. Survei Poltracking Indonesia pada 15 September lalu, nama Risma berada di urutan ketiga dengan persentase 72,82 persen. Sedangkan Ahok 92,56 persen. Sedangkan untuk akseptabilitas Risma dan Ahok sama-sama mendapat perolehan 64 persen.

Hasil itu rupanya tak membuat PDIP langsung memberikan dukungan penuh pada Risma. Meskipun sebagian kadernya ada yang setuju Risma menjadi gubernur DKI.

Di tengah ketidakpastian langkah Risma menuju Jakarta, gerakan massa yang menamakan diri mereka sebagai Karisma berinisiatif menyambangi Balai Kota Surabaya pada Senin (19/9) siang kemarin. Mereka bermaksud membujuk dan menjemput Risma untuk dibawa ke Jakarta karena pendaftaran cagub DKI tinggal satu hari lagi.

"Dari Jakarta kami melawan gubernur zalim. Untuk itu, kami datang untuk menjemput Wali Kota Tri Rismaharini untuk maju di Pilkada DKI Jakarta," kata Ketua Karisma Jakarta, Yongky Jonata.

Bahkan, Yongki meyakinkan, jika Risma bersedia maju melawan Ahok, kemenangan 99 persen akan diraih. "Yang satu persen itu kehendak Tuhan," sahut Sekjen Karisma, Syaiful Amin.

Namun hati Risma belum juga goyah. Alumnus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya memilih menyerahkan pada kehendak Tuhan soal langkahnya akan tetap di Surabaya atau ke Jakarta.

"Saya tidak menginginkan jabatan. Semua tergantung kehendak Tuhan," tegas Risma di hadapan para relawan Karisma Jakarta.

Saat ditanya soal rekomendasi DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang akan jatuh kepada dirinya, Risma menjawab enteng saja.

"Saya akan menjawab saat rekom sudah turun. Semua itu kehendak Tuhan. Saya tak bisa. Saya juga sudah katakan berulangkali, kalau tidak akan meninggalkan Tanggung Jawab saya sebagai wali kota," tegasnya.

Beberapa kali Risma menyebut kehendak Tuhan dalam pertemuan itu. Dia yakin, Tuhan akan menuntunnya pada jalan yang tepat dan benar.

Menurutnya, menjadi pemimpin itu tidak mudah. Apalagi di Jakarta, katanya, butuh kesiapan salah satunya restu dari Tuhan.

"(Kemampuan memimpin Jakarta) itu yang selalu saya pikirkan. Saya tidak pernah menginginkan jabatan. Sebagai manusia, saya punya keterbatasan, tapi Tuhan yang memutuskan," tegasnya.

Risma berterima kasih atas yang dilakukan relawan Karisma, datang jauh-jauh dari Jakarta menjemputnya ke Surabaya. Dia tak meragukan kesungguhan dukungan mereka, hanya saja dia menyerahkan segalanya pada Tuhan.

"Saya tidak meragukan apapun yang bapak/ibu sekalian sampaikan. Cuma ini bukan sekadar maju. Tapi mampukah saya memenuhi keinginan seluruh warga Jakarta? Sampaikan maaf saya ke seluruh warga Jakarta. Saya berterima kasih, tapi semuanya karena kehendak Tuhan," pungkas Risma.

Baca juga:
Menebak makna 'semua kehendak Tuhan' yang diucapkan Risma
H-2 pendaftaran Pilgub DKI, Risma bilang 'Tergantung kehendak Tuhan'
'Last minute' Risma di Pilgub DKI
Rekomendasi PDIP turun tanggal 19 September, Risma jawab last minute
NasDem soal wacana Risma-Sandiaga: Kayak pasang bel di leher kucing
PDIP-Koalisi Kekeluargaan usung Risma-Sandiaga bisa tumbangkan Ahok
Risma-Sandi dinilai bisa menang, Gerindra sebut Ahok semakin lemah

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.