PDIP-Koalisi Kekeluargaan usung Risma-Sandiaga bisa tumbangkan Ahok
Merdeka.com - Lembaga Survei Poltracking Indonesia melakukan survei terhadap elektabilitas sejumlah nama yang disebut-sebut akan maju di Pilgub DKI Jakarta. Dalam survei elektabilitas yang memasangkan langsung sejumlah nama menyebutkan adanya potensi besar mengalahkan calon petahana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) asalkan PDIP lebih memilih mengusung wali kota Surabaya Tri Rismaharini.
Risma dinilai mampu mengalahkan Ahok apabila berpasangan dengan Sandiaga Uno sebagai calon Wakil Gubernur. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha menjelaskan pasangan Risma dan Sandiaga bisa mengalahkan Ahok apabila keduanya diusung oleh PDI Perjuangan dan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Kekeluargaan.
"Syaratnya PDIP bergabung dengan koalisi kekeluargaan itu. Syaratnya memang berat. Jika itu betul-betul terwujud, Cagubnya Risma berpasangan dengan Sandiaga, itu peluangnya di situ walaupun peluangnya kecil (PDIP bergabung dengan Koalisi Kekeluargaan)" kata Hanta di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (15/9).
Meski demikian, Hanta enggan mengamini apabila benar nantinya Risma berpasangan dengan Sandiaga dapat dipastikan mampu mengalahkan Ahok. Namun, dia mengatakan, apabila terjadi head to head, diprediksi Risma dan Sandiaga merupakan lawan sangat berat bagi Ahok dan mampu meraup suara yang seimbang dengan Ahok.
"Berpotensi menjadi lawan sangat berat bagi Pak Ahok. Pakai kata 'sangat'. Saya nggak mau bilang angkanya lebih tinggi ya, sudah berada di angka margin eror, selisih hanya 2 persen. Sudah imbang," katanya.
Sebelumnya, Poltracking Indonesia melakukan simulasi terhadap dua pasangan atau semisalnya terjadi head to head Tri Rismaharini sebagai calon Gubernur dan Sandiaga Uno sebagai calon Wakil Gubernur disebut mampu mengalahkan elektabilitas Ahok jika berpasangan dengan Heru Budi Hartono.
"Elektabilitas pasangan Risma-Sandiaga 38.21 persen dibandingkan Ahok-Heru 36.92 persen. Temuan ini menandakan petahana berpeluang besar dikalahkan pasangan Risma dan Sandiaga Uno," kata Hanta Yudha.
Hal yang sama juga berlaku apabila Risma berpasangan dengan nama potensial seperti Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Tingkat elektabilitasnya juga mampu mengalahkan petahana Ahok dan wakilnya Heru Budi Hartono.
"Pasangan Risma-Anies elektabilitasnya 37.95 persen dibandingkan Ahok-Heru 35.64 persen. Temuan ini juga menandakan petahana sangat mungkin dikalahkan pasangan Risma-Anies," ujarnya.
Sementara itu, apabila nantinya PDIP mengusung Ahok di Pilgub DKI berpasangan dengan Djarot dan lawannya merupakan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Hanta menyebut tak bisa diprediksi siapa yang akan unggul. Sebab, elektabilitas pasangan Ahok-Djarot dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno hanya berbeda tipis.
"Ahok-Djarot elektabilitasnya 37.95 persen unggul sangat tipis dari pasangan Anies-Sandi 36.38 persen. Ini jelas ancaman bagi petahana mengingat jika mengacu margin of error, maka posisi kedua pasangan itu sama, alias tidak ada yang unggul," katanya.
Survei Poltracking Indonesia ini dilaksanakan pada tanggal 6-9 September 2016 dengan menggunakan metode multi-stage random sampling. Jumlah responden 400 orang dengan margin of error sebesar kurang lebih 4.95 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya