Kekompakan Masyarakat Jadi Kunci Hadapi Tekanan Ekonomi Global, Kata Wamenko Otto
Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, menekankan pentingnya kekompakan masyarakat dan kepercayaan kepada pemerintah sebagai modal utama menghadapi tantangan ekonomi global yang tidak menent
Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas), Otto Hasibuan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dan saling percaya dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Ajakan ini disampaikan di tengah kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak akibat konflik geopolitik yang masih memanas. Pentingnya kekompakan masyarakat menjadi sorotan utama dalam upaya menjaga stabilitas nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Otto Hasibuan saat menghadiri Seminar Kebangsaan di Universitas Bangka Belitung (UBB), Pangkalpinang, pada Minggu (24/5/2026). Acara ini menjadi forum diskusi penting mengenai reformasi pendidikan dan kesadaran hukum sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Partisipasi aktif mahasiswa menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu krusial bangsa.
Menurut Otto, gejolak ekonomi global saat ini sangat dipengaruhi oleh konflik di Timur Tengah, yang berdampak luas pada perekonomian berbagai negara. Oleh karena itu, membangun kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah menjadi krusial untuk mengatasi dampak negatif tersebut. Sinergi antara semua pihak diharapkan dapat meredam tekanan ekonomi.
Pentingnya Kekompakan dan Kepercayaan di Tengah Gejolak Ekonomi
Kondisi ekonomi global saat ini tengah menghadapi tekanan signifikan, terutama akibat konflik yang terus berkecamuk di Timur Tengah. Situasi ini menciptakan ketidakpastian yang berdampak pada stabilitas ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Diperlukan strategi adaptif dan respons kolektif untuk memitigasi risiko yang muncul.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, Otto Hasibuan menekankan bahwa kekompakan masyarakat adalah modal penting yang tidak bisa diabaikan. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk saling percaya satu sama lain demi mengatasi persoalan ekonomi. Solidaritas sosial menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan nasional.
Lebih lanjut, Wamenko Otto juga menyoroti pentingnya kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, jika masyarakat percaya kepada pemerintah dan pemerintah juga harus percaya kepada masyarakat, berbagai masalah ekonomi dapat diatasi dengan lebih efektif. Sinergi ini akan memperkuat daya tahan bangsa dalam menghadapi krisis.
Peran Mahasiswa dan Akademisi dalam Pembangunan SDM
Otto Hasibuan memberikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) yang telah berhasil menyelenggarakan Seminar Kebangsaan. Seminar ini mengangkat tema "Reformasi Pendidikan dan Kesadaran Hukum sebagai Pondasi Pembangunan Sumber Daya Manusia". Inisiatif ini menunjukkan komitmen generasi muda terhadap kemajuan bangsa.
Ia menilai bahwa seminar tersebut merupakan indikator kepedulian mahasiswa terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penyelesaian persoalan pembangunan daerah. Banyak pertanyaan kritis yang diajukan mahasiswa, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, pengelolaan sumber daya alam, hingga isu perekonomian akibat tekanan ekonomi global. Diskusi yang konstruktif sangat dibutuhkan.
Wakil Rektor I UBB, Devi Valeriani, menambahkan bahwa kunjungan Otto Hasibuan memberikan motivasi dan wawasan berharga bagi mahasiswa melalui kuliah umum. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan sumber daya alam melimpah, masih perlu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Peran akademisi sangat vital dalam hal ini.
Devi Valeriani juga menyoroti pentingnya peran akademisi dalam memperkuat kualitas dan kompetensi masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. UBB sendiri memiliki enam fakultas, dengan Program Studi Hukum menjadi salah satu yang paling diminati. Saat ini, UBB memiliki 10.054 mahasiswa dan sedang dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
Sumber: AntaraNews