Junimart upayakan sidang etik Setya Novanto terbuka untuk umum
Politikus PDIP ini berharap agar sidang yang publik bisa memantau langsung pengakuan Setya Novanto.
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Junimart Girsang mengakui sidang etik yang mengadili Ketua DPR Setya Novanto digelar tertutup atas keinginan teradu sendiri. Kemudian tawaran pengadu tersebut disepakati Wakil Ketua MKD Kahar Muzakir sebagai pemimpin sidang.
"Murni keinginan Novanto dan disetujui oleh pimpinan sidang (Kahar Muzakir)," kata Junimart di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Senin (7/12).
Meski begitu politikus PDIP ini enggan sidang etik MKD dilanjutkan secara tertutup. Junimart tetap mengupayakan agar sidang digelar terbuka untuk publik mudah memantau.
"Saya harap sidang lanjutan ini akan mengetuk hati Novanto untuk dilakukan secara terbuka," tuturnya.
Sebelumnya menurut pantauan merdeka.com, Senin (7/12) Setnov datang memakai dasi merah, berkemeja putih, dan memakai jas hitam. Setnov datang bersama Kepala Bagian Tata Usaha Ketua DPR Hani Tahapari tanpa dikawal dua pengacaranya atau staf DPR.
Ternyata barikade aparat keamanan tersebut dibuat untuk mengecoh awak media. Setnov tanpa pengawalan datang justru dari lorong kecil Nusantara I menuju ruang sidang MKD di Nusantara II.
Setnov datang terlambat 50 menit. Sebelum jam 13.00 sesuai jadwal Setnov dipanggil MKD, pasukan keamanan Pamdal, Sabhara, Provost, dan PAM Obvit membentuk barikade keamanan. Mereka membentuk pagar sepanjang eskalator hingga pintu masuk ruang sidang MKD.
Baca juga:
Sidang Setnov tertutup dan dijaga ketat, KIH pilih bungkam
Sidang tertutup, anggota MKD berdalih biar fokus dengarkan Setnov
Diperiksa MKD, Setnov protes laporan Sudirman & rekaman bos Freeport
Istana sebut sidang MKD digelar tertutup bisa menimbulkan prasangka
Sidang Setnov di MKD tertutup, Istana sebut timbulkan tanda tanya