Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sidang tertutup, anggota MKD berdalih biar fokus dengarkan Setnov

Sidang tertutup, anggota MKD berdalih biar fokus dengarkan Setnov Sidang lanjutan MKD terkait Setnov. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang menghadirkan Ketua DPR Setya Novanto diskors. Beberapa anggota MKD keluar ruangan. Salah satunya Achmad Dimyati Natakusumah yang baru saja menggantikan Zainut Tauhid Sa'adi sebagai anggota MKD.

Ditanya soal jalannya sidang etik yang berlangsung tertutup, Dimyati Natakusumah enggan menyampaikan hasil sementara. Dimyati sengaja menutup rapat-rapat pembahasan dalam ruang sidang yang dipimpin Kahar Muzakir.

"Karena kan ditanyakan kepada teradu, ada penjelasan teradu. Saya rasa kalau nanti teradu mengizinkan memberi tahu kepada pers, saya akan berikan. Nanti saya akan tanya dulu ke pengadu apa boleh dibuka atau tidak. Nanti salah lagi. Karena merekam saja ilegal. Kalau kira-kira saya merekam, memfoto saja di luar negeri tidak boleh," kata Dimyati di kompleks parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (7/12).

Dimyati berbelit ketika ditanya urgensi dan alasan sidang Setnov digelar tetutup. Dia berdalih ada bagian dari rahasia negara yang akan disampaikan Ketua DPR Setya Novanto sehingga sidang harus digelar tertutup.

"Urgensinya memang barang bukti itu kan hanya rekaman. Rekaman itu dilakukan saat ngobrol. Itu barang bukti apa yang kira-kira kuat bisa Pak Setnov melanggar. Sebenarnya dengan ditutup itu lebih fokus saja. Lebih fokus mendengar dan menyimak," ungkapnya.

‎Politikus PPP ini juga mengklaim bahwa di dalam undang-undang MD3 mengatur bahwa sidang MKD harus digelar tertutup. "Aturan di tatib dan undang-undang itu harusnya tertutup. Harusnya nanti di undang-undang MD3 diubah‎," ucapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP