Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Istana sebut sidang MKD digelar tertutup bisa menimbulkan prasangka

Istana sebut sidang MKD digelar tertutup bisa menimbulkan prasangka Sidang lanjutan MKD terkait Setnov. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR melanjutkan sidang etik untuk ketiga kalinya soal kasus pencatutan nama presiden dalam perpanjangan kontrak kerja PT Freeport. Kali ini, giliran Ketua DPR Setya Novanto yang dimintai keterangan di depan majelis sidang.

Tetapi sidang MKD sore ini digelar secara tertutup, berbeda ketika MKD menggelar sidang untuk Menteri ESDM Sudirman Said dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Menanggapi hal tersebut, pihak Istana berpendapat, dengan digelar secara tertutup maka lebih mengundang tanda tanya sebagian besar rakyat Indonesia yang mengikuti kasus tersebut.

"Sebenarnya publik sudah dua kali berturut-turut melihat rapat secara terbuka dan sekarang ini kalau diputuskan tertutup persoalan substansi sebenarnya sudah diketahui publik secara luas bisa menimbulkan pertanyaan prasangka tanda baca yang macam-macam," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana, Jakarta, Senin (7/12).

Namun demikian, Pramono menegaskan, Istana menghormati kewenangan MKD DPR yang memimpin jalannya proses sidang. Pemerintah berharap keputusan akhir dari sidang etik di MKD ini diputuskan sesuai dengan hati nurani.

"Tapi apa pun ini adalah kewenangan MKD jadi sekali lagi pemerintah menghormati itu yang paling penting adalah apapun yang diputuskan, rakyat sekarang menunggu betul-betul, memberikan perhatian yang luar biasa dan mudah-mudahan hati nurani digunakan untuk mengambil keputusan apa pun yang akan diberikan pada hari ini," jelas Pramono.

Soal sidang MKD yang hari ini digelar secara tertutup, Pramono langsung melaporkan ke Presiden Jokowi. Yang mana diketahui, sejak awal Presiden mengikuti jalannya sidang. Apalagi namanya dicatut dalam pembicaraan perpanjangan Kontrak Karya Freeport seperti dalam rekaman pembicaraan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha minyak M Riza Chalid dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

"Presiden memantau langsung, dan karena baru diputuskan (tertutup) maka saya akan melapor kepada beliau‎," tegas Pramono.

Seperti diketahui, Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang menghadirkan Ketua DPR Setya Novanto siang ini digelar tertutup. Ketua DPP Kesejahteraan Masyarakat Partai Golkar Roem Kono menjelaskan sidang sudah berjalan sekitar 30 menit dan dipimpin oleh Wakil Ketua MKD dari Fraksi Golkar Kahar Muzakir.

"Sidang tertutup. Saya kira sidang sudah mulai. Ada mungkin setengah jam yang lalu. Yang memimpin sidang Pak Kahar. Itu (pemilihan pimpinan sidang) musyawarah mufakat. Sebelum rapat MKD kan rapat pimpinan. Mereka kan bergiliran. Sebelumnya kan Suharman terus Junimart," kata Roem di sela sidang ketiga MKD di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/12).

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP