LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Jokowi Ukur Kemenangan di Jabar dari Salaman, Jika Erat Memilihnya, Ringan Tak Pilih

Calon Presiden Nomor Urut 1, Joko Widodo mengklaim perolehan suaranya di Jawa Barat pada Pilpres 2019 sudah unggul. Namun, angkanya masih sangat tipis dan berpotensi untuk disalip.

2018-11-10 16:53:16
Presiden Jokowi
Advertisement

Calon Presiden Nomor Urut 1, Joko Widodo mengklaim perolehan suaranya di Jawa Barat pada Pilpres 2019 sudah unggul. Namun, angkanya masih sangat tipis dan berpotensi untuk disalip.

Hal itu disampaikan Jokowi saat acara konsolidasi Pemenangan Pilpres 2019 di Hotel Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Sabtu (10/11).

"Ini feeling saya di Jawa Barat menang. Tapi tipis. Saya ingin menang banyak, ingin menang tebal," ujarnya.

Advertisement

Dia mengakui kalkulasinya belum berbentuk angka, hanya berdasarkan pantauannya dalam melihat sambutan rakyat. Mantan gubernur DKI Jakarta itu berseloroh membuat indikator sendiri dari cara warga menyalaminya.

Jika genggaman warga saat bersalaman erat, maka orang tersebut akan memilihnya. Sebaliknya, jika genggamannya ringan, maka dia menyimpulkan orang tersebut masih ragu dan bahkan tidak akan memilihnya.

"Selama ini, saat bersalaman kalau salaman sama rakyat, saya hitung di Jawa Barat sekarang ini sudah menang," katanya disambut riuh tertawa simpatisan yang hadir.

Advertisement

Kepada tim pemenangan daerah, Jokowi meminta angka kemenangan berdasarkan penghitungan survei harus ada di bulan Desember atau Januari. Untuk itu, sebelum ada angka muncul, semua simpatisan diminta untuk bekerja keras.

Pola komunikasi yang harus digunakan adalah mendatangi masyarakat secara langsung ke rumah-rumah, area terbuka, tempat perekonomian seperti pasar dan lain-lain. Semua aktivitas itu ritmenya harus dijaga. Dia mengibaratkannya dengan perlombaan marathon.

"Nanti posisi kita, tahu di bulan Desember atau Januari. Angkanya, targetnya harus sudah ketemu. Ini ibarat marathon, harus lari kencang dan di akhir harus kenceng lagi. Ritme ini yang harus diatur," katanya.

Diketahui, pada Pilpres 2014, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) kalah telak dari lawannya Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) di Provinsi Jabar.

Berdasarkan data rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, pasangan Prabowo-Hatta unggul dengan perolehan suara 14.167.381 atau 59,78 persen. Sementara itu, pasangan Jokowi-JK mendapat suara 9.530.315 atau 40,22 persen.

Tingkat partisipasi pemilih di Jabar mencapai 70,93 persen atau setara dengan 23.990.089 pemilih dari jumlah daftar pemilih tetap di Jabar, yakni 33.821.378 jiwa. Total suara sah dari kedua pasangan tersebut ialah 23.697.696.

Pasangan Prabowo-Hatta menang di 22 kabupaten/kota di Jabar. Sementara Jokowi-JK hanya unggul di empat kabupaten/kota di Jabar, yakni Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon.

Baca juga:
Jokowi: Jangan Menakuti Bangsa Sendiri, Takuti Bangsa Lain
Presiden Jokowi Pertimbangkan Ubah Bekraf Setingkat Kementerian
Ikut Jadi pengusul, Fraksi PKS Bersyukur Kasman Singodimedjo Diberi Gelar Pahlawan
Kagum Dengan Kerja dan Figur Jokowi, Musisi Asal Bali Buat Lagu 'Jokowi Lagi'
Soal Blok Mahakam, Rokan, Freeport, Jokowi ngaku dapat tekanan berat
Demokrat soal politik Genderuwo: Mari Kita Bicara Tentang Program

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.