JK: Apa jadinya munas di Bali terjadi rusuh, massa bawa parang
Golkar kubu Aburizal Bakrie akan menggelar Munas di Bali pada 30 November.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku prihatin dengan kisruh yang terjadi di tubuh Partai Golkar. JK meminta agar semua pihak tidak terpancing emosi, sehingga dapat diselesaikan melalui musyawarah.
Sebagai mantan ketua umum Golkar, JK mengaku bertemu dengan Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono. Namun dia membantah mengintervensi masalah yang saat ini sedang terjadi di Partai Pohon beringin tersebut.
"Pemerintah tak ingin intervensi soal yang terjadi di Golkar," kata JK usai menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2014 dan Hari Ulang Tahun ke-69 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Istora Senayan Jakarta, Kamis (27/11).
Dirinya juga membantah jika pemerintah ikut intervensi terkait konflik di Partai Golkar antara lain dengan melarang mengadakan musyawarah nasional di Bali akhir November 2014 oleh Ketua Umum Aburizal Bakrie.
"Kita tidak intervensi tapi pemerintah hanya melihat dari sudut keamanan saja mengingat Bali adalah kota pariwisata. Apa jadinya kalau di Bali terjadi kerusuhan dan ada massa bawa parang, apa kata dunia internasional?" kata JK.
Baca juga:
Diam-diam Agung temui JK bahas kisruh Golkar
Kubu Agung bakal gugat Ical bila terpilih secara aklamasi
Desmond sebut tak ada pengaruh suksesi di Golkar bagi KMP
Fahri Hamzah dukung Ical jadi penguasa Golkar
Hashim soal Menko Polhukam: Ini cara-cara Orba, inget enggak?
Larang Munas Golkar di Bali, Tedjo tak paham tugas-tugasnya