Ini kata Ketum PAN soal kabar Didik Rachbini jadi Menkeu
"Apa sih yang nggak diberikan PAN, mau bantu Pilkada Surabaya? Kita berikan yang terbaik," ujar Zulkifli.
Partai Amanah Nasional (PAN) memilih keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan berkabung dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Ada kabar, bergabungnya PAN ke Koalisi Pemerintah ini, karena partai berlogo matahari terbit ingin menempatkan kader di posisi strategis dalam Kabinet Kerja Jokowi (Presiden Joko Widodo).
Namun, kabar ini dibantah Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, karena jabatan menteri adalah wewenang presiden. Bang Zul, sapaan akrab Zulkifli Hasan, juga mengatakan, bergabungnya PAN ke Koalisi Pemerintah, karena keselamatan NKRI saat ini tengah terancam.
"PAN itu kalau sudah menyangkut NKRI, pilihan kita dua. Kalau pemerintahan jatuh, kalau keselamatan NKRI terancam, maka keselamatan NKRI itu yang dikedepankan," dalih Bang Zul di sela pendaftaran pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (8/9).
Bang Zul memilih tidak berkomentar soal isu, kalau Ketua DPP PAN, Didik Junaidi Rachbini akan diiming-imingi jatah Menteri Keuangan (Menkeu) di Kabinet Jokowi-Jusuf Kalla (JK), jika PAN bersedia bergabung dengan KIH.
"Urusan menteri itu urusan presiden, bukan urusan kita. (Kalau ditunjuk langsung?) Kalau membantu itu apa sih yang nggak diberikan PAN, mau membantu Pilkada Surabaya? Kita berikan yang terbaik," dalihnya lagi.
Baca juga:
Jika PAN masuk kabinet, PKB yakin 3 menterinya tak digusur
PAN: Presiden belum tawarkan menteri, enggak perlu maksa
Soal revisi UU MD3, PAN bilang 'kita dukung pemerintah bukan parpol'
Hampir setahun, rangkap jabatan menteri Jokowi terus dikritik
Setjen DPR belum terima surat mundur 3 kader PDIP yang jadi menteri
Belum mundur dari DPR, ini pembelaan Puan Maharani