Hindari politik uang, Caketum Golkar wajib setor Rp 20 M di Munaslub
"Itu masih opsi. Kalau ada cara lain bisa disampaikan," kata Zainudin Amali.
Partai Golkar akan menggelar Munaslub pada 7-8 Mei di Nusa Dua, Bali. Untuk menghindari adanya politik uang, Panitia Munaslub mewacanakan bagi setiap calon ketua umum Partai Golkar dalam Munaslub nanti, diwajibkan setor duit.
Ketua Organizing Committe Munaslub Golkar Zainuddin Amali mengatakan, wacana penarikan itu digagas untuk menghindari terjadinya praktik jual beli suara yang dilakukan calon ketua umum kepada pemilik suara. Jumlah setoran calon ketua umum Gokar belum diputuskan secara final besarannya.
"Itu candaan di antara kita saja. Berapa sih, ada yang ngomong begini begitu tapi yang keluar angka Rp 20 miliar. Tapi itu belum jadi keputusan juga. Hanya diskusi penyelenggara," kata Zainuddin Amali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/4).
Dia menegaskan, keputusan dan jumlah nominal setoran tersebut belum final. Jika ada opsi lain yang lebih baik dan dapat mencegah transaksi uang jual beli suara, panitia Munaslub dengan senang hati menampungnya.
"Itu masih opsi. Kalau ada cara lain bisa disampaikan," tegasnya.
Uang yang terkumpul dari para calon ketua umum itu nantinya selain digunakan untuk keperluan penyelenggaraan Munaslub, juga akan dibagikan kepada seluruh peserta yang hadir sebagai uang saku. Menurut dia, diperlukan anggaran yang tidak sedikit untuk menyelenggarakan Munaslub.
"Masih dikalkulasi. Masing-masing koordinasi dengan panitia daerah. Memang paling besar biaya akomodasi," tandasnya.
Baca juga:
Nurdin Halid jelaskan cara Munaslub Golkar tangkal politik uang
Caketum Golkar akan diadu gagasan kebangsaan di depan publik
Ini waktu pendaftaran caketum Golkar dan jadwal kampanye
Direstui Jokowi, Golkar gelar Munaslub bulan depan di Bali
Akbar Tanjung tak restui Golkar buat kepengurusan untuk Munaslub
Sebelum Munaslub, Ical minta Menkum HAM sahkan Golkar Munas Bali
Maju ketum Golkar, Syahrul Yasin Limpo dekati keluarga Cendana