LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Hidayat Nur Wahid: Pak Yusril tokoh yang tegas dan profesional

"Pak Yusril juga bersih dan tak pernah tersangkut korupsi."

2016-02-05 11:37:10
Hidayat Nur Wahid
Advertisement

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melihat peluang untuk mencalonkan pengacara Yusril Izha Mahendra dalam Pilgub DKI 2017. Selain kader PKS, Yusril dan beberapa nama yang sering disebutkan selama ini seperti Ridwan Kamil dan Adhyaksa Dault bakal dijaring untuk maju sebagai calon pemimpin ibu kota.

Menurut politisi senior PKS, Hidayat Nur Wahid, kemampuan dan popularitas Yusril dinilai PKS mempunyai peluang untuk maju selain karena ia disebut-sebut selama ini bakal maju.

"Jakarta butuh ketegasan, Pak Yusril tokoh yang tegas juga, profesionalitas pak Yusril juga profesional," kata Hidayat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/2).

"Soal birokrasi, Pak Yusril juga punya pengalaman di birokrasi. Dengan bersih dan tidak korupsi, Pak Yusril juga bersih dan tak pernah tersangkut korupsi. Dan, beliau tokoh nasional juga sudah dikenal juga," imbuh dia.

Selain bakal menjaring Yusril, nama yang disebutkan Hidayat adalah Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dan mantan Menpora Adhyaksa Dault. Mereka akan dijaring bersama kader PKS seperti Nur Mahmudi Ismail, Triwisaksana, dan Suswono.

"Dari kader ada Nur Mahmudi Ismail, Bang Sani (Triwisaksana) Suswono, kemudian eksternal Ridwan Kamil dan Adyaksa Dault," sebut Wakil Ketua MPR ini.

Namun demikian, persyaratan harus memiliki 16 kursi membuat PKS berencana akan berkoalisi dengan partai lain. "Makanya mesti berkoalisi dengan partai lain. Makanya kami welcome-welcome saja dengan tokoh lain yang menyatakan maju seperti Pak Yusril, proses masih berjalan," jelas dia.

Dia berharap, penjaringan ini bisa menghasilkan kompetisi yang berkualitas, sebab Jakarta merupakan barometer negara dan banyak mata yang mengawasi.

Baca juga:
Hidayat Nur Wahid sebut pemulangan eks Gafatar bukan solusi
MPR minta Hari Pahlawan tak cuma jadi perayaan seremonial belaka
Lahan bekas kebakaran hutan ditanami sawit, ini tanggapan MPR
PKS heran PDIP ngotot revisi UU KPK yang sudah ditolak Jokowi
Hidayat harap tim investigasi tragedi Mina libatkan negara OKI

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.