Hanura apresiasi kebesaran hati Ade Komarudin
Hanura melihat, melihat seharusnya tidak perlu dilakukan pergantian Ketua DPR. Sebab dikhawatirkan mengganggu kinerja parlemen. Pergantian ketua DPR kali ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk perubahan UU MD3 ke depan.
Meski sempat tidak setuju, Fraksi Hanura DPR akhirnya tak mempermasalahkan jika Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto kembali duduk di kursi Ketua DPR menggantikan Ade Komarudin.
Sekretaris Fraksi Partai Hanura Dadang Rusdiana mengapresiasi kebesaran hati Ade Komarudin. "Pak Ade Komarudin sendiri yang saya baca dari media sudah ikhlas melepas jabatan dan akan mempercepat proses tersebut. Ya jadi tidak ada lagi pro dan kontra," kata Sekretaris Fraksi Partai Hanura Dadang Rusdiana melalui pesan singkat, Jakarta, Selasa (29/11).
Meski begitu, dia melihat seharusnya tidak perlu dilakukan pergantian Ketua DPR. Sebab dikhawatirkan mengganggu kinerja parlemen. Tapi dinamika politik di internal partai bisa menjadi pembelajaran dalam berdemokrasi.
"Tentu idealnya tidak ada pergantian. Tetapi kan dinamika di setiap parpol (partai politik) tidak pernah dingin," ujar Dadang.
Di samping itu, pergantian ketua DPR kali ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk perubahan UU MD3 ke depan.
"Kasus seperti ini tentu dalam perubahan UUMD3 ke depan kita harus mengatur bagaimana mekanisme pengunduran anggota maupun pimpinan DPR. Karena pejabat publik seperti DPR itu tidak boleh dipermudah dalam pengunduran dirinya, karena pada dasarnya dia dipilih oleh rakyat, sehingga mesti jelas pertanggungjawabannya kenapa dia mundur dan bagaimana kalau suatu saat kembali lagi menjabat," papar Dadang.
Baca juga:
Bambang Soesatyo sedih Akom dilengserkan dari Ketua DPR
Golkar tegaskan pergantian ketua DPR tak ada intervensi Jokowi
Sekjen Golkar tegaskan banyak posisi penting buat Ade Komarudin
Akom tak legowo dicopot dari Ketua DPR, ini kata Sekjen Golkar
Akom soal dicopot dari Ketua DPR: Saya enggak bilang legowo
Ade Komarudin tak tahu jabatan penting yang dijanjikan usai lengser
Ade Komarudin: Kelihatan 'diada-adain', biar publik menilai