LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Gerindra tak khawatirkan PSI yang diklaim partainya milenial

Gerindra tak khawatirkan PSI yang diklaim partainya milenial. Nizar menuturkan, Partai Gerindra sudah memiliki strategi tersendiri untuk menarik suara pemilih pemula. Salah satunya dengan memaksimalkan sosialisasi visi, misi dan program partai serta pencalonan Prabowo Subianto lewat media sosial.

2018-03-06 21:48:10
Partai Solidaritas Indonesia
Advertisement

Ketua DPP Partai Gerindra Nizar Zahro mengatakan, partainya tidak khawatir dengan adanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang memiliki segmentasi pemilih pemula. Sebab, Partai Gerindra membidik semua segmen pemilih, baik dari segi usia, gender hingga latarbelakang profesi.

Pernyataan ini menyikapi penilaian sejumlah pihak yang menganggap kritik terhadap pertemuan Presiden Joko Widodo dengan PSI di Istana Negara berlebihan. Kritik ini juga dianggap sebagai kekhawatiran karena PSI bisa meraup dukungan generasi milenial di Pemilu Serentak 2019.

"Partai Gerindra sudah siap menghadapi pileg dan pilpres tahun 2019. Jadi tidak perlu khawatir dengan hadirnya partai partai baru," kata Nizar saat dihubungi merdeka.com, Selasa (6/3).

Advertisement

Nizar menuturkan, Partai Gerindra sudah memiliki strategi tersendiri untuk menarik suara pemilih pemula. Salah satunya dengan memaksimalkan sosialisasi visi, misi dan program partai serta pencalonan Prabowo Subianto lewat media sosial.

"Karena itulah memanfaatkan media sosial untuk mensosialisasikan visi misi partai Gerindra dan pak Prabowo merupakan sebuah keharusan," terangnya.

Anggota Komisi V DPR ini juga mengimbau pemilih pemula yang dekat dengan dunia maya untuk tidak langsung menerima informasi yang menyebar di media sosial. Sebab, menurutnya, banyak kabar hoaks yang saat ini bertebaran di media sosial.

Advertisement

"Informasi-informasi hoaks itu cenderung mendiskreditkan partai dan calon tertentu. Karenanya generasi milenial yang merupakan pemilih pemula harus mengkroscek kebenaran informasi. Jangan ditelan mentah-mentah," tandas Nizar.

Diketahui, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Independen (Formappi), Sebastian Salang menilai kunjungan parpol, ormas dan organisasi kemahasiswaan ke Istana adalah hal yang biasa. Dia justru heran dengan munculnya reaksi berlebihan.

"Kebetulan juga presidennya sekarang maju lagi di Pilpres 2019 sehingga sekecil apapun yang dilakukan akan diungkit lawan politiknya," kata Salang

Derasnya badai kritik, Salang melihat justru akan berdampak ke PSI yang menjadi peserta pemilu pertama kalinya. Karena digagas anak-anak muda, Salang memprediksi PSI dengan gaya 'zaman now' bisa meraup dukungan kalangan milenial.

Baca juga:
KPU sebut tak ada aturan larang Jokowi temui partai di Istana
DPD PSI Surabaya lebih memilih Gus Ipul-Puti
PSI sebut ACTA salah alamat buat laporan ke Ombudsman
'PSI partai baru digagas anak muda mungkin dianggap saingan'
Seskab: Presiden Jokowi hindari bicara politik praktis di Istana
Sekjen Gerindra: Pertemuan Jokowi dan PSI di Istana timbulkan sangkaan buruk
Laporkan Jokowi-PSI, ACTA bawa bukti berita media online

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.