Gerindra Puji Megawati Negarawan Elegan Meski Tak Berkoalisi, Sindir Etika Dino Patti Djalal Kritik Prabowo ke Luar Negeri
Megawati sebelumnya menghadiri upacara Hari Kesaktian Pancasila bareng Prabowo. Sementara itu. Dino sebelumnya mengkritik Prabowo terlalu sering ke luar negeri.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengemukakan bahwa Presiden Ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri merupakan contoh tokoh bangsa yang elegan, meski tidak dalam posisi berkoalisi dengan pemerintah.
Menurut Habiburokhman, Megawati berhubungan baik dengan Presiden Prabowo Subianto dan menunjukkan sikap saling menghormati, meski sejumlah kader dari PDI Perjuangan tak jarang mengkritisi pemerintahan Prabowo Subianto.
"Sebagai Presiden yang pernah menjabat ya, beliau (Megawati) menghormati Pak Prabowo sebagai Presiden yang saat ini menjabat," kata Habiburokhman di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (2/6).
Dia menyampaikan hal itu guna menanggapi momen Prabowo dan Megawati yang bergandengan tangan saat acara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6).
Menurut Habiburokhman, berbagai kritik yang disampaikan kader-kader PDI Perjuangan terhadap pemerintahan Prabowo memang sudah seharusnya. Namun, sikap Megawati sebagai pimpinan tertinggi PDI Perjuangan tetap menjaga hubungannya demi membatasi polarisasi.
"Ini contoh yang elegan dari Bu Mega, kita sangat hormat, ya kita sangat respek contoh yang dilakukan oleh Ibu Mega ini," kata dia.
Gerindra Respons Kritik Dino Patti Djalal
Di samping itu, dia menyatakan hal yang dilakukan Megawati itu bertolak belakang dengan yang dilakukan mantan pejabat tinggi negara lain, yakni mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.
Dino sebelumnya mengkritik Prabowo terlalu sering ke luar negeri. Dino memandang kunjungan Prabowo yang membawa banyak tim rombongan ke luar negeri memakan biaya besar hingga ratusan miliar.
Seorang mantan pejabat, menurut dia, seharusnya menghormati proses yang sedang dilakukan para pejabat yang kini tengah menjalankan pemerintahan.
Meski hanya menjabat selama tiga bulan, dia mengatakan bahwa Dino tetap saja merupakan mantan pejabat tinggi negara.
"Menurut saya, ada etika di kalangan orang yang pernah menjabat. Artinya memberikan kesempatan kepada orang yang saat ini menjabat untuk bekerja, menghormati ya," kata Ketua Komisi III DPR RI itu.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menunjukkan keakraban saat menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6).
Usai upacara, Prabowo dan Megawati tampak meninggalkan lokasi kegiatan dengan wajah tersenyum sambil bergandengan tangan.
Selain bersama Megawati, Prabowo tampak berbincang dengan sejumlah tokoh Nasional dia antaranya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla serta Wakil Presiden Ke-13 RI Ma'ruf Amin.