LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Gerindra Ingatkan Parpol Koalisi Konsisten Dukung Prabowo-Sandi

Parpol Koalisi pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga belakangan menunjukkan sikap yang tak kompak. Partai Demokrat membebaskan kadernya memilih capres-cawapres saat hari pencoblosan. Sementara kader PAN di daerah banyak yang deklarasi mendukung Jokowi-Ma'ruf.

2018-11-13 14:46:00
Pilpres 2019
Advertisement

Parpol Koalisi pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga belakangan menunjukkan sikap yang tak kompak. Partai Demokrat membebaskan kadernya memilih capres-cawapres saat hari pencoblosan. Sementara kader PAN di daerah banyak yang deklarasi mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid menilai seharusnya kader partai koalisi satu suara dalam memenangkan capres-cawapres yang telah resmi diusung. Dia mengingatkan semua pihak untuk konsisten.

"Sebaiknya kita konsisten ya, pilih presiden maka calegnya pun memilih presiden. Sebaiknya kita konsisten. Kenapa? karena kita perlu presidennya, dan presiden juga perlu dukungan dari DPR itu," kata Sodik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11).

Advertisement

Menurut Sodik, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi harus lebih bekerja ekstra keras untuk mengakomodir efek ekor jas (coattail effect) ke semua partai koalisi. Sehingga bisa memenangkan Prabowo-Sandi serta memberikan dampak elektoral untuk bagi partai koalisi untuk masuk ke parlemen.

"BPN dari kedua kubu ini harus bekerja lebih strategis sehingga partai yang bekerja itu satu memenangkan presiden dan kedua memenangkan partainya masing-masing," ungkapnya.

"Jika ada masalah seperti ini, artinya strategi yang ditetapkan oleh badan pemenangan masing-masing itu belum optimal atau belum maksimal sehingga masih ada kesenjangan. harusnya ketika mendukung presiden maka partainya juga," ucapnya.

Advertisement

Sodik juga menjelaskan, seharusnya saat berusaha memenangkan pasangan calon secara otomatis akan memberikan dampak elektoral bagi partai koalisi pendukung. Jika tidak, maka, ada yang salah dengan strategi pemenangan.

"Harusnya ketika memenangkan presiden harusnya otomatis terangkat. Ketika ada yang belum terangkat artinya masih ada masalah dalam strategi," tandasnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat membebaskan kadernya untuk memilih pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019. Hal itu disampaikan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas.

Kemudian, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan tidak mau berbicara banyak soal kadernya yang mendukung Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Seperti Pimpinan DPD PAN Riau, Irwan Nasir yang ikut deklarasi mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Itu urusan rumah tangga nanti," kata Zulkifli, saat berkunjung ke kantor PAN Riau di Pekanbaru bersama Sandiaga Uno, Senin (12/11).

Baca juga:
Dukung Jokowi-Ma'ruf, Ketua DPD PAN Riau Diminta Bertaubat atau Mundur
Di Palembang, Sandi Dengar keluhan Pedagang Soal Harga Beras Naik
Demokrat Bela Sandi: Genderuwo Paling Menakutkan Adalah Kejaran Pajak
Ketua DPD Riau Dukung Jokowi, Sekjen PAN Tegaskan Kader Wajib Dukung Prabowo
Ini Strategi Timses Jokowi Rebut Suara Pemilih Prabowo di Jabar
Timses Prabowo Nilai Penurunan Kemiskinan Era Jokowi Kalah dari SBY Hingga Gus Dur

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.