Ganjar Pranowo: Dalam BAP tertulis hanya satu orang tolak terima uang
Ditanya e-KTP, Ganjar bantah terima uang dan perlihatkan BAP ke Muslimat Jepara. Menurut Ganjar, tidak ada yang perlu ditutupi soal tuduhan tersebut.
Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunjukkan Bukti Acara Pemeriksaan (BAP) terkait kasus e-KTP kepada anggota Muslimat NU Jepara. Ganjar memerlihatkan BAP tersebut karena ada pertanyaan terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus tersebut.
"Jadi ada yang menanyakan mengenai kasus e-KTP. Jadi kita kasih lihat informasi, kita lihatkan data. Ini cara membuktikan yang paling mudah. Selain itu juga menunjukkan integritas kita. Biar semua juga belajar mengenai integritas," tegasnya di Klinik Masyitoh Jalan Pemuda Kabupaten Jepara, Sabtu (17/2).
Menurut Ganjar, tidak ada yang perlu ditutupi soal tuduhan tersebut. "Ya biar pada tahu semua. Dari sekian banyak orang yang terlibat, dalam BAP tersebut tertulis hanya ada satu orang yang menolak pemberian uang. Namanya Ganjar Pranowo," ungkapnya.
Selain soal e-KTP, Ganjar juga menerima aduan mengenai lamanya pengurusan perizinan Klinik Masyitoh. Ketua Muslimat Kabupaten Jepara, Nuraini mengaku sudah mengajukan izin pengurusan untuk rawat inap dua tahun yang lalu padahal semua persyaratan sudah dipenuhi. "Kalau rawat jalan izin sudah ada, untuk yang rawat inap kita sudah mengajukan dua tahun padahal semua syarat komplet," papar Nuraini.
Menanggapi hal tersebut, Ganjar langsung menelepon Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Sholih. Dia meminta agar penanganan perizinan di daerah bisa dipercepat dan tidak mempersulit rakyat.
"Urusan perizinan ini sebetulnya ranah Bupati, tapi karena ada laporan ya harus kita tanggapi. Pesan saya satu, reformasi birokrasi itu harus memberikan pelayanan yang mudah, murah, cepat. Pemerintah harusnya terima kasih karena ada masyarakat yang ingin memberikan pelayanan kesehatan. Jangan malah dibuat sulit, mahal, dan lama," paparnya.
Baca juga:
OB Setnov disuruh kemas uang Rp 2,5 M dalam kardus rokok
Fredrich kaitkan penjemputan Setnov di RS Permata Hijau dengan peristiwa kudeta
Raut Setya Novanto saat tertidur di sidang lanjutan e-KTP
Keberatan disebut merintangi penyidikan, Fredrich sebut dakwaan KPK murahan
Fredrich akan bacakan 37 halaman nota eksepsi