Fakta Unik: Menko PM Nilai Transformasi Pesantren Kian Relevan Hadapi Disrupsi Global
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa transformasi pesantren sangat relevan untuk menghadapi disrupsi global, sekaligus menyiapkan generasi unggul.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, baru-baru ini menyoroti pentingnya transformasi pesantren. Ia menilai bahwa upaya ini semakin relevan di tengah berbagai perubahan krusial yang melanda hampir seluruh aspek kehidupan. Perubahan ini mencakup bidang sosial, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin saat menghadiri Forum Multaqo Santri Nasional di Jombang, Jawa Timur. Acara tersebut merupakan bagian dari peringatan 200 tahun Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Menurutnya, kondisi saat ini merupakan momen krusial bagi bangsa yang sedang menghadapi disrupsi dan membutuhkan tata kelola baru.
Oleh karena itu, Cak Imin mengajak kaum santri untuk mengambil peran aktif dalam gelombang perubahan ini. Ia menekankan bahwa pesantren harus melakukan transformasi total dalam seluruh aspeknya. Tujuannya adalah untuk mengendalikan, memimpin, dan mengubah keadaan, serta menyiapkan generasi unggul menghadapi tantangan masa depan.
Relevansi Transformasi Pesantren di Era Disrupsi
Abdul Muhaimin Iskandar menjelaskan bahwa disrupsi telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Mulai dari sosial, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan, semuanya menghadapi masalah krusial. Kondisi ini menuntut adanya pembenahan menyeluruh dan tata kelola yang baru untuk bisa beradaptasi.
Dalam konteks inilah, peran pesantren menjadi sangat vital dan relevan. Cak Imin melihat bahwa kaum santri memiliki kesempatan emas untuk menjadi bagian dari solusi. Mereka dapat memimpin perubahan dan membentuk masa depan bangsa yang lebih baik.
Menurutnya, "Kebetulan beruntun, semua aspek kehidupan kita sedang menghadapi masalah krusial dan melakukan pembenahan menyeluruh. Ada disrupsi, dan itu butuh tata kelola baru." Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi dari setiap langkah transformasi yang akan diambil oleh pesantren.
Maka dari itu, transformasi pesantren bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Ini adalah upaya strategis untuk memastikan institusi pendidikan Islam ini tetap relevan dan berkontribusi signifikan di tengah dinamika global yang terus berubah.
Menjaga Jati Diri di Tengah Kemajuan Sains dan Teknologi
Meski didorong untuk bertransformasi, Menko PM mengingatkan pentingnya menjaga jati diri pesantren. Adaptasi terhadap kemajuan zaman tidak boleh mengorbankan fondasi keilmuan dan spiritualitas yang telah menjadi ciri khas. Konsistensi terhadap ilmu adalah kunci keberlangsungan pesantren.
Cak Imin menegaskan, "Pesantren bisa tetap ada dan konsisten hingga hari ini karena terus istiqamah terhadap ilmu." Ini menunjukkan bahwa kekuatan utama pesantren terletak pada tradisi keilmuan yang mendalam. Tradisi ini harus terus dipertahankan dan diperkuat.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa integrasi ilmu dunia dan akhirat akan membuat pesantren semakin unggul. "Apalagi kalau pesantren mampu tumbuh dengan sains dan teknologi, digabung ilmu dunia dan akhirat, insyaallah keunggulannya tidak akan tertandingi kapan pun dan di zaman apa pun," ujarnya.
Konsep transformasi pesantren yang ideal adalah memadukan nilai-nilai tradisional dengan inovasi modern. Dengan demikian, pesantren dapat mencetak generasi yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga kompeten di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Komitmen Pengembangan Isu dan Tema Multaqo Santri
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin juga menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan hasil pembahasan Forum Multaqo Santri Nasional. Berbagai isu yang diangkat, mulai dari teknologi hingga pendekatan komprehensif dalam pendidikan pesantren, akan ditindaklanjuti. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung peran pesantren.
Ia menekankan pentingnya proses lanjutan setelah forum selesai. "Semua isu dan tema yang diangkat dalam Multaqo Santri harus kita lanjutkan, dimatangkan secara konseptual, diuji secara ilmiah, lalu praktikkan," kata Cak Imin. Proses ini dianggap sebagai inti dari transformasi pesantren yang sesungguhnya.
Menurutnya, pendekatan ini akan memastikan bahwa setiap gagasan yang muncul memiliki dasar yang kuat dan dapat diimplementasikan. Dengan demikian, hasil dari forum tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi menjadi landasan bagi perubahan nyata. Ini adalah langkah konkret menuju pesantren yang lebih adaptif dan maju.
Komitmen ini diharapkan dapat mendorong pesantren untuk terus berinovasi dan berkontribusi lebih besar. Terutama dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan global. Ini adalah wujud nyata dukungan terhadap peran strategis pesantren di Indonesia.
Sumber: AntaraNews