Fakta Unik: Megawati Pernah Susuri Sungai Kalimantan, PDIP Kaltara Ditekankan Jaga Alam dan Hutan
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membuka Konferda PDIP Kaltara, menegaskan urgensi menjaga alam dan hutan, serta mengingatkan kader untuk tidak tergoda kekuatan modal.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, secara resmi membuka Konferensi Daerah (Konferda) DPD dan Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDIP se-Kalimantan Utara di Tanjung Selor. Dalam acara penting tersebut, Hasto dengan tegas menyampaikan urgensi menjaga kelestarian alam dan hutan sebagai bagian tak terpisahkan dari kultur partai. Pesan ini merupakan amanat langsung dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang memiliki perhatian besar terhadap lingkungan.
Acara yang berlangsung pada Minggu tersebut dihadiri oleh ratusan kader dan pengurus partai dari berbagai wilayah di Kalimantan Utara. Pembukaan Konferda sarat dengan nuansa kebudayaan lokal, menampilkan berbagai tarian adat seperti tari melewah, tari selamat datang, tari bagentawai, dan tari leleng. Hal ini menunjukkan komitmen partai untuk selalu dekat dengan akar budaya masyarakat.
Hasto Kristiyanto juga mengingatkan seluruh kader di Kaltara untuk tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu kekuatan modal yang cenderung hanya mengejar keuntungan ekonomi semata. Penekanan ini bertujuan untuk mencegah eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam yang dapat merusak ekosistem dan habitat hutan yang kaya. Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah prioritas utama.
Urgensi Menjaga Alam dan Hutan di Kalimantan
Dalam pidatonya, Hasto Kristiyanto menyampaikan pesan penting dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengenai kewajiban merawat pertiwi. "Gerak merawat pertiwi harus menjadi kultur partai," ujarnya, menggarisbawahi bahwa konservasi lingkungan harus menjadi bagian integral dari setiap gerak langkah partai. Ia juga mengajak kader PDIP untuk meneladani semangat Megawati yang pada tahun 1990-an pernah menjelajahi pedalaman Kalimantan, bertemu kelompok adat, dan menyusuri sungai berhari-hari demi konsolidasi partai.
Hasto secara khusus mengingatkan kader PDIP di Kalimantan Utara agar tidak terpengaruh oleh tawaran investasi yang berpotensi merusak lingkungan. "Hutan harus dijaga ekosistem dan habitatnya yang kaya," tegasnya, menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem. Kekayaan alam Kalimantan harus dilindungi dari praktik-praktik eksploitatif yang hanya mementingkan keuntungan jangka pendek.
Lebih lanjut, Hasto juga menyoroti posisi strategis Kalimantan dalam perspektif geopolitik global. Pulau ini diapit oleh jalur perdagangan internasional yang penting, menjadikan pendekatannya dalam pembangunan sangat krusial. "Membangun Kalimantan jangan dari tengah dengan menggunduli hutan, tapi harus berbasis pendekatan geostrategis, memanfaatkan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 1 dan ALKI 2," jelasnya, menunjukkan visi pembangunan yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Konsolidasi Partai dan Semangat Kerakyatan
Konferda PDIP Kaltara ini, menurut Hasto, bukanlah ajang untuk berebut jabatan, melainkan momentum krusial untuk memperkuat kesadaran ideologis, historis, dan organisatoris partai. "Konferda harus menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat akar rumput, membangun kesadaran kolektif, dan meneguhkan semangat turun ke bawah," katanya, menekankan pentingnya penguatan basis massa dan militansi kader.
Hasto juga menegaskan bahwa silaturahmi merupakan tradisi yang tak terpisahkan dari PDIP. Di tengah dinamika politik yang penuh tantangan, partai harus tetap terbuka, dialogis, dan menghindari sikap elitis. "Partai harus mudah diakses rakyat, memperkuat kolaborasi, serta terus melakukan kaderisasi kepemimpinan bagi generasi muda," ujarnya, menyoroti pentingnya regenerasi dan keterbukaan partai terhadap aspirasi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan, Puti Guntur Soekarno, turut mendampingi Hasto Kristiyanto. Puti mengingatkan eratnya hubungan historis antara Bung Karno dan tokoh masyarakat Dayak, yang menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus membangun kedekatan dengan rakyat. Ia juga menekankan pentingnya kembali pada ajaran Bung Karno untuk selalu berpihak kepada wong cilik dan menumbuhkan pemikiran strategis berbasis nilai-nilai kerakyatan.
Puti Guntur Soekarno secara khusus memberikan semangat kepada kader perempuan di Kaltara. "Kader perempuan di Kaltara harus bangkit dan menggalang kekuatan rakyat melalui gerakan turun ke bawah. Itu bagian dari jati diri Partai," tegasnya, mendorong peran aktif perempuan dalam perjuangan partai. Kehadiran para petinggi partai ini menegaskan komitmen PDIP terhadap isu lingkungan dan penguatan konsolidasi internal di daerah.
Sumber: AntaraNews