Edhy Prabowo batal ke AS dan Eropa karena surat edaran Gerindra
"Saya sebagai Pimpinan Komisi IV saya harusnya pimpin kunjungan ke Amerika Serikat dan Eropa," ujar Edhy.
Fraksi Partai Gerindra DPR menerbitkan surat edaran bagi Anggota Fraksi untuk selektif dalam melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo pun mengaku telah menuruti perintah tersebut dan memutuskan membatalkan kunjungannya ke Amerika Serikat dan Eropa.
"Saya sebagai Pimpinan Komisi IV saya harusnya pimpin kunjungan ke Amerika Serikat dan Eropa dalam rangka UU perlindungan nelayan dan karantina," kata Edhy di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/9).
Edhy menjelaskan, surat larangan tersebut sudah berlaku semenjak DPR Periode 2009-2014 dengan ada persetujuan tertentu yang tertulis di dalamnya. Yaitu, kunjungan kerja ke luar negeri yang menjadi urusan resmi kenegaraan. Adapun, dia mencontohkan kunjungan kerja yang dilakukan koleganya Fadli Zon ke Amerika Serikat juga termasuk kunjungan kenegaraan.
Sehingga, dia pun membantah surat tersebut dibuat dikarenakan Fadli Zon.
"Ya tidak. Fadli kan sudah jelaskan juga. Kita lihat kemarin Fadli itu ke Amerika itu negara yang strategis. Amerika itu perlu dikunjungi untuk menjalin hubungan yang harmonis," katanya.
Seperti diketahui, Surat edaran bernomor A.515/F.P-GERINDRA/DPR-RI/IX/2015 itu terbit 14 September lalu. Diteken oleh Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani dan Sekretaris Fary Djemi Francis disebut-sebut karena kemarahan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terhadap Fadli Zon yang menghadiri kampanye Donald Trump.
Baca juga:
Fraksi Gerindra DPR terbitkan surat larangan kunker ke luar negeri
Sedang krisis, Gerindra minta tunjangan DPR dan presiden jangan naik
Desmond bantah Prabowo melarang ke luar negeri karena Fadli Zon
Melihat kesiapan pengusaha Sandiaga Uno bikin keok Ahok di Pilgub
PHK dan kemiskinan bertambah, Gerindra minta tunda kenaikan gaji DPR