Dualisme Soksi dan Kosgoro bikin ribut area Munaslub Golkar
Dua kubu di ormas di Soksi dan Kosgoro 57 saling klaim berhak, sidang pun dihujani interupsi.
Hak suara ormas sayap Partai Golkar menjadi perdebatan di Munaslub Golkar. Khususnya soal ormas Kosgoro dan Soksi. Namun perdebatan tak hanya sampai di situ. Legalitas Kosgoro dan Soksi juga jadi pro dan kontra.
Sebab, Soksi ada dua kubu yakni pimpinan Ali Wongso dan Ade Komarudin. Begitu juga Kosgoro yang terjadi dualisme antara Kosgoro 57 pimpinan Azis Syamsuddin dan Agung Laksono.
Ketua Steering Committee Nurdin Halid menilai, sebaiknya Soksi dan Kosgoro memiliki hak suara. Namun berjumlah satu suara dalam pemilihan caketum Golkar nanti.
"Tapi jika suaranya tidak solid, maka dinyatakan tidak sah. Setuju?" kata Nurdin dalam pembahasan tata tertib pemilihan ketum Golkar di Munaslub, Bali, Minggu (15/5).
Namun jalan keluar ini masih jadi polemik. Dua kubu di ormas di Soksi dan Kosgoro 57 saling klaim berhak, sidang pun dihujani interupsi.
Persoalan tak hanya sampai di situ, ada lagi pihak yang mengklaim paling berhak memimpin Kosgoro 1957. Dalam hal ini dipimpin oleh Ridwan Hisjam. Ridwan bahkan beberkan pengesahan Kemenkum HAM yang baru dilakukan pada Maret 2016.
Perdebatan ini membuat arena munaslub gaduh. Saling tunjuk dan saling maki terjadi. "Saya skors lima menit untuk lobi," kata Nurdin menengahi kericuhan yang terjadi.
Baca juga:
14 DPD dukung Setnov, Akom bilang 'itu mencederai'
Komite Etik sebut malam ini puncak money politik Munaslub Golkar
Banyak didukung DPD, Timses Setnov bilang 'Kami tidak kaget'
Priyo: Ical minta saya maju terus jadi caketum Golkar
Wapres Jusuf Kalla tak tahu manuver Luhut di Munaslub Golkar
Tim Setnov sudah rangkul caketum lain buat putaran dua
Tepis Luhut, JK yakin Jokowi tak larang Ketum Golkar rangkap jabatan