LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

DPD Partai Golkar seluruh Indonesia kompak bela Setya Novanto

Partai Golkar merapatkan barisan setelah sang Ketua Umum Setya Novanto ditetapkan KPK sebagai tersangka proyek e-KTP. DPP Golkar mengundang perwakilan pengurus DPD I dan DPD II untuk menyikapi gejolak tersebut. Mereka menyatakan kompak dukung ketua umumnya.

2017-07-22 14:50:24
Setnov tersangka
Advertisement

Partai Golkar merapatkan barisan setelah sang Ketua Umum Setya Novanto ditetapkan KPK sebagai tersangka proyek e-KTP. DPP Golkar mengundang perwakilan pengurus DPD I dan DPD II untuk menyikapi gejolak tersebut. Mereka menyatakan kompak dukung ketua umumnya.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae, menegaskan, DPD Partai Golkar se-Indonesia akan mendukung kebijakan telah diputuskan DPP partai Golkar. Setidaknya, ada tiga poin keputusan yang diambil usai melakukan rapat kerja dengan pengurus DPP partai Golkar pada Jumat kemarin.

"Tadi malam kita dengarkan apa yang terjadi sesungguhnya. Kita menyimpulkan tiga sikap. Pertama, kita mendukung apa yang ditetapkan DPP. Kedua, kami wajib mensosialisasikan diktum tiap DPD setiap provinsi. Ketiga, kami mengimbau bahwa kepada DPD untuk segera membuat strategi pemberian pembelaan secara sungguh-sungguh untuk Setya Novanto," ujar Ridwan di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (22/7).

Sementara itu, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, menambahkan, penetapan Setya Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP tidak berpengaruh terhadap elektabilitas partai Golkar. Bahkan, Idrus mengklaim dapat memenangkan pemilihan presiden 2019 mendatang dengan elektabilitas yang dimiliki partai saat ini.

"Karena Golkar sejauh ini bergerak dengan bagus, karena modal ini kami akan maju ke dalam pilpres dan lain-lain. Kami tetap optimis, kami tetap menjaga soliditas ini agar tidak cerai berai anggota dan mendapat kemenangan di pemilihan presiden 2019 nanti," ujarnya.

Idrus menegaskan Partai Golkar tidak akan mengubah haluan dari partai pendukung pemerintah. Golkar juga akan fokus memenangkan beberapa agenda politik ke depan.

"Partai tidak akan berubah haluan sebagai partai pendukung pemerintah, kami tidak akan melaksanakan munas luar biasa. Kami sudah sepakat untuk memenangkan agenda politik ke depan," terangnya.

Baca juga:
Mempermasalahkan UU Pemilu yang diketok tersangka korupsi
Pemilih di dapil kecewa pilih Setnov karena jadi tersangka e-KTP
Kompaknya JK dan Airlangga sebut kasus hukum Setnov urusan pribadi
Idrus Marham sebut Munaslub Golkar bisa picu konflik internal
Agung Laksono soal Setnov sahkan UU: Siapa yang bilang dia bersalah?

(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.