Ditanya peluang jadi Ketua DPR, Pramono bilang 'enggak tahulah'
"Pemilu hari ini membuktikan bahwa pemilu jadi sangat mahal, pragmatis," kata Pramono.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) menjadi pemenang Pemilu Legislatif 2014 versi hitung cepat. Dalam Undang-undang MPR, DPR , DPD dan DPRD (MD3) diatur pemenang pemilu berhak duduk di kursi Ketua DPR .
Lalu siapa calon dari PDIP yang bakal menggantikan kursi Ketua DPR Marzuki Alie? Politikus Senior PDIP Pramono Anung tak mau berpolemik soal itu.
Pramono optimis jika dalam pemilu kali ini kembali terpilih sebagai anggota DPR . Namun saat ditanya, apakah akan menjadi ketua DPR , dia malu-malu menjawab.
"Dari awal amanlah pasti (terpilih). Enggak tahulah (jadi ketua DPR)," ujar Pramono di Gedung DPR , Jakarta, Kamis (17/4).
Awak media pun bertanya kepada Wakil Ketua DPR ini tentang pemilu legislatif yang berjalan 9 April lalu. Dia mengakui, jika pemilu kemarin masih banyak praktik politik uang (money politics).
"Pemilu hari ini membuktikan bahwa pemilu jadi sangat mahal, pragmatis," kata doktor yang disertasinya di Unpad memang membahas soal kepentingan ekonomi para caleg ini.
Dia kaget ketika nama-nama petahana dan tenar malah tidak lolos lagi di parlemen. Hal ini, kata dia, menunjukkan uang berkuasa dalam pemilu.
"Pimpinan DPR yang mereka tidak terpilih, padahal namanya baik, aktif, mereka kredibel, tapi mereka tidak mau membagi (uang) atau modal kapital tidak ada, mereka tidak terpilih," ujar dia.
Oleh sebab itu, dia berharap agar sistem pemilu ke depan bisa diperbaiki dengan menutup kemungkinan adanya praktik politik uang. Dia tak mau gedung DPR bakal diisi orang-orang berduit saja tanpa punya kemampuan.
"Jangan sampai nanti tempat parkir di Senayan ini tidak cukup karena akan berisi mobil-mobil mewah mereka," pungkasnya.
Ketika kembali disinggung soal peluangnya menjadi ketua DPR menggantikan Marzuki Alie , Pramono Anung malah pergi meninggalkan wartawan sambil tersenyum.
Baca juga:
Pramono Anung dukung KPU diskualifikasi parpol langgar aturan
Pramono tegaskan perjanjian Batu Tulis tak berlaku di 2014
PDIP sudah sering merasa disadap
Pramono Anung tak setuju politisi daftar calon hakim MK
Pramono Anung dukung KPK protes revisi UU KUHAP dan KUHP