LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Pria ini menangis, cerita masuk ke kamar mewah pembantu Ahok

Pria ini menangis, cerita masuk ke kamar mewah pembantu Ahok. Pada kesempatan itu pula, dia menegaskan, bersedia untuk menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Ahok.‎

2016-12-07 10:11:46
Pilgub DKI
Advertisement

Arsitek kawasan Kalijodo Toto Sugito‎ tak mampu menahan air matanya karena malu terhadap Basuki Tjahaja Purnama. Alasannya, karena mantan Bupati Belitung Timur itu memberlakukan asisten rumah tangganya yang notabene muslim lebih baik darinya.

Bermula saat Toto melakukan pertemuan dengan Basuki di Perumahan Pantai Mutiara, Jakarta Utara. Ternyata pembicaraan tersebut cukup lama hingga akhirnya sudah memasuki waktu untuk melakukan Salat Maghrib.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini menawarkan satu ruangan yang berada di lantai dua. Karena di lantai dasar sepertinya kurang sah, mengingat bapak tiga orang ini memiliki anjing sebagai hewan peliharaannya.

Namun, tawaran tersebut ternyata ditolak oleh Toto. Dia memilih untuk meminjam ruang kamar asisten rumah tangga yang berada di lantai dasar.

‎"Saya terharu karena malu, kamar pembantu saya enggak semewah itu. Jadi saya berpikir harus memanusiakan pembantu saya, itu inspirasi buat saya. Jadi tidak mungkin Pak Ahok menistakan agama," katanya sambil menahan isak di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/12).

‎"Begitu saya masuk ke kamarnya, saya malu. Saya malu sekali. Kamarnya itu pakai AC, nyaman, ada TV 30 inchi flat, bayangin. Saya yang muslim, kamar pembantu saya tidak semewah itu," ‎tambah pria berkaca mata itu melanjutkan ceritanya.

desainer Toto Supangat menangis di hadapan Ahok ©2016 Merdeka.com/fikri faqih

Advertisement

Melihat kondisi itu, Toto tidak percaya bahwa mantan Bupati Belitung Timur itu melakukan penistaan agama sebagai mana anggapan banyak orang. Sebab, Ahok lebih bisa memanusiakan asisten rumah tangga dibandingkan dirinya yang seorang muslim.

‎"Pembantunya muslim berjilbab, diberikan tempat yang amat sangat nyaman. Ini bukan dibuat-buat, karena dua kali Salat Maghrib di rumah Pak Ahok. Alhamdulillah, jadi enggak mungkin, sangat enggak mungkin," terangnya.

Pada kesempatan itu pula, dia menegaskan, bersedia untuk menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Ahok.‎ Sebab, karena dia yakin hal tersebut terjadi dengan perlakuan suami Veronica Tan itu kepada asisten rumah tangga yang notabenenya beragama Islam.

"Pak saya mau jadi saksi pak. Saya bersedia menjadi saksi bilamana diperlukan. Dan saya tahu benar Pak Ahok, sikapnya itu apa adanya. Ya udah begitu. Pokoknya mulai dari ketemu sampai pulang kita ketawa-tawa terus. Enggak ada serem-seremnya," tutupnya sembari menyeka air mata.

Baca juga:
Sandiaga kembali tegaskan tolak kelanjutan reklamasi Jakarta
Pandangan Sandiaga soal langkah Agus janjikan Rp 50 juta buat UMKM
Ahok kaget ada balita belum divaksin gara-gara orangtua sibuk kerja
Kampanye di Cipete Selatan, Ahok kaget masih ada sumur manual
KJP warga dicabut sepihak oleh sekolah, Ahok janji cari pelakunya
KPU DKI akan segera rilis jumlah DPT Pilgub 2017
Rumah tak kebanjiran lagi, cucu Bung Karno dukung Ahok-Djarot

Advertisement
(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.