LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Demokrat Nilai Kritik Pendiri PAN Soal Baliho AHY Salah Alamat

"Pertama, Ketum AHY tidak ada pasang-pasang baliho sejak lama. Kedua, baliho yang masih ada saat ini bukan karena Pilpres, tapi karena melawan begal politik KSP-nya Bapak Presiden Joko Widodo, yaitu Moeldoko cs,"

2021-08-06 16:53:09
AHY
Advertisement

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menilai kritik pendiri PAN Abdillah Toha kepada Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono terkait baliho politik salah alamat. Demokrat tidak memasang baliho AHY. Yang ada hanya baliho melawan KSP Moeldoko yang sebelumnya berupaya mengambil kursi ketua umum Demokrat.

"Kritik Bapak Abdillah Thoha salah alamat kalau ditujukan ke ketum kami, Mas AHY," ujar Herzaky dalam keterangannya, dikutip Jumat (6/8).

"Pertama, Ketum AHY tidak ada pasang-pasang baliho sejak lama. Kedua, baliho yang masih ada saat ini bukan karena Pilpres, tapi karena melawan begal politik KSP-nya Bapak Presiden Joko Widodo, yaitu Moeldoko cs, yang mengaku-aku Ketum Partai Demokrat secara ilegal," tegasnya.

Advertisement

Baliho yang terpasang, kata Herzaky, menegaskan Demokrat konsisten sebagai partai nasionalis religius karena sempat dituduh Moeldoko cs disusupi aliran radikal. Baliho itu juga dibuat kader sebagai upaya perlawanan kepada Moeldoko.

"Ketiga, isi baliho juga tegaskan Partai Demokrat konsisten sebagai partai nasionalis religius karena sempat difitnah KSP Moeldoko cs disusupi aliran radikal. Keempat, baliho itu dibuat oleh kader-kader yang meminta desain ke Pusat, sebagai bentuk perlawanan mereka ke Moeldoko cs," ujar Herzaky.

"Kalau kami mempertahankan kedaulatan dan kehormatan kami dari pelaku begal politik Moeldoko cs, apakah tidak boleh?" sambungnya.

Advertisement

Ia menuturkan, sebaiknya Abdillah Toha memberikan saran kepada Presiden Joko Widodo menegur anak buahnya yaitu Moeldoko yang berupaya mengkudeta di tengah pandemi.

"Lebih baik Pak Abdillah Thoha memberikan saran kepada Bapak Presiden tercinta untuk menegur bawahannya yang mencoba merebut paksa Partai Demokrat di kala pandemi, di saat kader-kader kami di seluruh Indonesia sedang fokus membantu korban bencana dan korban pandemi. Jadi, konsentrasi kader kami membantu rakyat, mesti terganggu beberapa bulan akibat gangguan begal politik KSP Moeldoko cs. Mungkin kritik itu lebih substansial dan bermanfaat. Bukan jadi kritik unfaedah," pungkasnya.

Baca juga:
PKB Soal Kritik Pemasangan Baliho: Bukan Instruksi Cak Imin
Pendiri PAN Kritik Baliho Politik saat Pandemi
PDIP: Pemasangan Baliho Puan Maharani Tidak Ada Kaitannya dengan Pilpres 2024
PKS: Dengan Anies Dekat Sekali, Dengan Prabowo Terus Berkomunikasi
Wacana Prabowo-Anies, PKS Fokus Sosialisasikan Salim Segaf Al-Jufri untuk 2024

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.