Demokrat desak pemerintah segera cari solusi hadapi pelemahan Rupiah
"Kondisi seperti ini bisa memunculkan ketidakpuasan masyarakat yang bisa mengganggu stabilitas," kata Didik.
Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mendesak pemerintah segera melakukan langkah-langkah strategis untuk melakukan penguatan fundamental ekonomi baik dalam konteks makro dan mikro agar perekonomian tidak semakin terpuruk sebagai akibat dari pelemahan rupiah.
Terlebih, kata dia, pelemahan rupiah seiring dengan serapan anggaran yang relatif kecil dari pemerintah selama semester I tahun 2015 berkontribusi terhadap kondisi perekonomian mikro yang semakin terpuruk.
"Akibat pelemahan rupiah ini kita menghadapi situasi pertumbuhan menurun, sektor riil terpukul, pemutusan hubungan kerja mengancam, harga-harga meningkat, pelaku bisnis cemas dan menahan investasi. Kondisi seperti ini bisa memunculkan ketidakpuasan masyarakat yang bisa mengganggu stabilitas," kata Didik melalui keterangan tertulisnya, Senin (24/8).
Sekretaris Fraksi Demokrat ini menilai kebijakan pemerintah terhadap perekonomian saat ini harus segera diperbaiki. Mengingat bahwa pencabutan subsidi yang berlebihan akan mempengaruhi harga yang semakin meningkat dan daya beli rakyat menurun.
Target penerimaan pajak yang digenjot secara represif akan membuat harga semakin melejit dan pelaku bisnis semakin tidak nyaman.
Lanjut dia, seharusnya dibuat sebaliknya, yaitu disaat seperti saat ini, pemerintah harus memberikan insentif perpajakan terhadap perusahaan agar tidak kolaps dan bisa tetap kokoh untuk penyerapan tenaga kerja serta menggerakkan sektor riil.
"Yang dibutuhkan saat ini adah stabilisasi harga, stimulasi pertumbuhan dan pencegahan PHK, kebijakan pajak yang tepat dan pemberian insentif kepada perusahaan khususnya yang hampir kolaps, jangan terjadi rush pembelian dollar, hentikan spending dan janji-janji yang membuat pasar tidak nyaman, dan yang terakhir pastikan presiden dan pemerintah punya solusi dan kebijakan yang tepat serta tahu prioritas," tandas dia.
Baca juga:
Demokrat: Aturan TKA berbahasa RI dihapus rendahkan martabat bangsa
Syarief Hasan sebut zaman SBY tak ada menteri berani tantang wapres
Sejak lengser SBY tak pernah hadiri undangan acara kenegaraan
Dukung reshuffle jilid II, ini canda Ruhut jika jadi menteri Jokowi
Demokrat soal buku Century: Misbakhun stress, dia frustasi berat!