Demokrat soal buku Century: Misbakhun stress, dia frustasi berat!
Merdeka.com - Anggota DPR yang juga bekas anggota Pansus Bank Century, Mukhamad Misbakhun, menulis sebuah buku berjudul 'Sejumlah Tanya Melawan Lupa, Mengungkap 3 Surat SMI kepada Presiden SBY'. Buku tersebut ditujukan untuk mencoba menghidupkan kembali kasus yang sampai saat ini belum tuntas.
Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul membantah secara tegas bahwa Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Umum Partai Demokrat diseret-seret dalam buku tersebut. Dia bahkan menilai Misbakhun tidak punya kerjaan lain dikarenakan sedang mengalami frustasi berat.
"Misbakhun itu orang stres. Dia lagi frustasi berat. Dia dulu dana aspirasi itu ditolak pemerintah. Jadi setelah ditolak, dia cari mainan baru. Saat dia jadi tersangka dan dipecat PKS, dia lari ke partai yang bermasalah lagi (Golkar). Jadi stresnya bertambah," kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/8).
Anggota Komisi III DPR ini juga membantah di dalam buku Misbakhun tersebut tercantum 3 surat yang sangat rahasia dari Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) kepada Susilo Bambang Yudhoyono terkait kebijakan bailout.
"Dari Mensesneg dan Seskab saat itu, tidak ada itu surat-surat itu. Jangan-jangan surat itu dibuat di Pasar Senen," kata Ruhut.
Sebelumnya, Misbakhun menjelaskan, perbedaan buku karyanya ini dibanding yang lain adalah menyorot secara detail 3 surat yang sangat rahasia dari Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) saat itu, kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kebijakan bailout yang dianggap melanggar hukum tersebut.
"Termasuk dalam buku ini diungkap BeritaAcara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap SMI terkait kasus Bank Century," tambahnya.
Misbakhun mengingatkan, dengan inkracht-nya kasus Budi Mulya, maka konstruksi hukum bailout atas Bank Century jelas.
"Ada unsur korupsi dan ada unsur kerugian negara. Sudah saatnya KPK segera menuntaskan kasus atas bailout Bank Century ini untuk segera dituntaskan pada aktor utamanya," ujarnya.
Misbakhun meyakini Budi Mulya bukanlah aktor utama dalam mega skandal ini. Dia pun mempertanyakan kinerja KPK yang lambat dalam mengusut kasus ini.
"Kenapa KPK begitu lambat ketika menghadapi kasus Century ini? Padahal rezim sudah berganti dan para pelakunya sudah tidak berkuasa lag? Ada apa dengan KPK?" tanya dia.
Misbakhun menjelaskan, rencana kehadiran keluarga Budi Mulya dalam peluncuran bukunya besok untuk memberikan testimoni kepada publik tentang apa yang dirasakan mereka selama sang kepala keluarga terjerat kasus ini. Terlebih, hingga kini baru Budi Mulya sendiri yang mendekam di bui.
"Emosi, perasaan, curahan isi hati mereka paling tidak juga harus diketahui oleh publik supaya mereka tidak merasa menjadi korban sendirian dari kasus Bank Century dan seolah-olah pelaku tunggal dari kebijakan tersebut," ujarnya.
"Kesan yang mereka tangkap adalah Budi Mulya akan dijadikan pelaku tunggal dan korban dari sebuah kasus besar yang pernah menghentakkan konstelasi politik di tanah air," imbuhnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya