Demokrat copot Noriyu karena tak mau dukung Prabowo-Hatta
Noriyu tak hadir saat Fraksi Demokrat deklarasi mendukung Prabowo-Hatta karena sedang berada di luar kota.
Fraksi Partai Demokrat DPR mencopot Nova Riyanti Yusuf atau biasa disapa Noriyu dari pimpinan Komisi IX DPR. Noriyu mengaku hingga saat ini masih bingung apa alasan utama fraksi mencopot dirinya.
Usut punya usut, Noriyu tidak menghadiri deklarasi dukungan Fraksi Partai Demokrat ke Prabowo - Hatta sebagai capres dan cawapres. Deklarasi yang dilaksanakan pada tanggal 16 Juni di Hotel Crown Plasa.
"Tanggal 13 Juni saya kirim BBM ke sekretaris fraksi Tengku Riefky, saya bilang dukunganku tidak berpengaruh pak sekretaris," kata Noriyu kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/6).
Adapun alasan Noriyu tidak menghadiri deklarasi tersebut lantaran berada di luar kota dan ditambah lagi bila dirinya sudah tidak lagi terpilih sebagai anggota DPR untuk periode selanjutnya.
"Menjadi DPR RI yang perlu hadir karena bermanfaat untuk kerjasama di parlemen berikutnya, saya kan tidak terpilih. Kalau saya timses, siapa yang akan menyelesaikan pekerjaan. Suruh saja yang terpilih, kenapa penting saya hadir," jelas Noriyu membacakan BBM-nya.
Lebih lanjut, diakui Noriyu, memang beredar kabar pencopotan dirinya mendukung pasangan Jokowi - JK. Noriyu membantah, bila ia sudah menyatakan dukungan terhadap Jokowi - JK.
"Saya belum pernah mendukung Jokowi. Saya belum pernah membuat statement," tegasnya.
Di sisi lain, kata Noriyu, dirinya juga mendengar info bila pemecatannya dikait-kaitkan dengan kedekatannya pada Jusuf Kalla (JK), cawapres Jokowi.
"Kemarin saya dengan Pak JK, saya tim penasehat internasional PMI, Pak JK ketua PMI, saya tim penasehat internasional PMI, satu-satunya dari Indonesia. Itu hubungannya, hanya satu itu, itu menyebar kemana-mana," tandasnya.
Baca juga:
Noriyu sebut pencopotannya dari pimpinan Komisi IX DPR tak lazim
Kader Demokrat bermanuver, Ruhut bantah SBY kehilangan pamor
Anas: Tak mungkin anggota FPD dukung Prabowo tanpa restu SBY
Elit Demokrat dukung Prabowo-Hatta hanya gerbong kosong
Ini alasan Demokrat copot Noriyu jadi pimpinan Komisi IX DPR