Kader Demokrat bermanuver, Ruhut bantah SBY kehilangan pamor
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai sejumlah kalangan telah kehilangan tongkat komandonya atas partai dan kader-kadernya dalam Pilpres 2014 ini.
Sebab, yang awalnya SBY mewanti-wanti agar Partai Demokrat netral di antara dua kandidat capres, justru Fraksi Demokrat yang ada di DPR bermanuver menggelar deklarasi untuk pasangan Prabowo - Hatta.
Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul membantah keras bila SBY kehilangan wibawa dan komandonya diabaikan saja. Menurut dia, justru SBY memposisikan diri sebagai negarawan lantaran masih menjabat sebagai presiden.
"Yang menilai salah besar. Saya sebagai jubir beberapa kali mengatakan kita nanti di luar pemerintahan," kata dia saat dihubungi, Jakarta, Jumat (20/6).
Ruhut menegaskan, setiap kader Partai Demokrat diberi kebebasan untuk condong ke salah satu kubu. Baik itu pasangan Prabowo - Hatta ataupun Jokowi - JK.
"Kan Pak SBY bilang jangan golput, otomatis boleh menggunakan hak pilihnya, boleh ke Prabowo boleh ke Pak Jokowi," jelas Ruhut.
"Beberapa tokoh di Prabowo dan Jokowi. Yang ke Prabowo ada Pak Pramono Edhie, Bu Nurhayati dan lain-lain. Sedangkan yang ke Jokowi ada Pak Dahlan, Anies Baswedan, Sudi Silalahi dan lainnya," sambungnya.
Ruhut mengakui, memang kader Partai Demokrat lebih banyak yang bergabung ke pasangan Prabowo - Hatta. Sebab, kata dia, visi dan misi Prabowo - Hatta sejalan dengan Partai Demokrat.
"Alasannya karena mereka visi misi sama. Tapi kalau saya sebagai jubir tolong dipisahkan ketua umum demokrat dengan ketum partai-partai lain," tutupnya. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya