Dahnil Anzar Masuk Gerindra, Haedar Ingatkan Tak Seret Muhammadiyah ke Politik
"Muhammadiyah mempersilakan kadernya berkiprah di politik praktis, instansi pemerintahan dan lainnya," ujar Haedar di UMY, Selasa (30/7).
Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengomentari tentang diangkatnya mantan Ketum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menjadi jubir Prabowo Subianto dan bergabung dengan Gerindra. Menurut Haedar, tak masalah jika ada kader Muhammadiyah yang memutuskan untuk terjun ke ranah politik praktis seperti yang dilakukan Dahnil.
"Muhammadiyah mempersilakan kadernya berkiprah di politik praktis, instansi pemerintahan dan lainnya," ujar Haedar di UMY, Selasa (30/7).
Haedar meminta, agar para kader tetap menjaga dan memegang nilai-nilai Kemuhammadiyahan. Haedar juga mengingatkan agar kader yang terjun ke panggung politik untuk tak menyeret Muhammadiyah dalam politik praktis.
"Di manapun posisi politik yang dipilih, asal jangan membawa bawa Muhammadiyah terseret dalam pergulatan politik praktis," papar Haedar.
Haedar meminta pula pada para kader yang memilih masuk ke dunia politik agar bisa berperan positif di parpol yang diikutinya. Haedar pun berpesan pada kader yang terjun ke ranah politik untuk berpolitik dalam kerangka memajukan bangsa.
"Mau kader itu ada di partai politik A sampai Z, kami minta bisa berperan maksimal membawa partainya itu menjadi kendaraan politik yang memajukan bangsa," tutup Haedar.
Baca juga:
Mardani Ali Sera Yakin Interaksi Masyarakat dan Prabowo Mudah Usai Dahnil Jadi Jubir
Sempat Mengelak, Dahnil Akui Jadi Kader Gerindra Karena Kesamaan Visi
Bantah Gerindra-PKS Renggang, Jubir Sebut Prabowo Terus Komunikasi dengan Salim Segaf
Jadi Jubir Prabowo, Dahnil Pertimbangkan Gabung Gerindra
Tugas di BPN Selesai, Dahnil Anzar Simanjuntak Ditunjuk jadi Jubir Prabowo
Mengulas Duduk Perkara Penyebab Rizieq Syihab Belum Pulang ke Indonesia
Wapres JK Nilai Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Tinggal Tunggu Waktu