LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Calon dari partai dinilai lebih tanggung jawab dibanding independen

"Ketika partai menyodorkan calonnya untuk dijual ke tengah masyarakat, partai yang bertanggung jawab."

2015-05-08 16:33:08
Pilgub DKI
Advertisement

Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP Gembong Warsono menilai pada dasarnya calon kepala daerah yang diusung parpol mempunyai pertanggungjawaban yang jelas dibanding calon independen. Hal ini disampaikan Gembong menjawab hasil survei Cyrus Network, Kamis (7/5) kemarin di mana menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat atas parpol oleh korupsi.

"Kalau calon dari partai kan pertanggungjawabannya jelas. Artinya, calon-calon dari partai diusung dari partainya, pertanggungjawabannya jauh lebih jelas daripada perseorangan," ujar Gembong di gedung DPRD DKI, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (8/5).

"Partai kan punya tanggung jawab moral ke masyarakat. Jadi, ketika partai menyodorkan calonnya untuk dijual ke tengah masyarakat, partai yang bertanggung jawab. Kan begitu," lanjutnya.

Persepsi masyarakat atas buruknya citra parpol akhir-akhir ini, bagi Gembong seharusnya tidak disama-ratakan untuk semua partai.

"Kan tidak semua partai, juga mesti pilah-pilah, jangan juga sama dengan Ahok, semua DPRD maling. Kan juga enggak semua. Artinya, kita tidak bisa menggeneralisir seperti itu," papar dia.

Selain itu, dari hasil survei yang memperlihatkan tingginya kepercayaan masyarakat kepada calon independen, oleh Gembong tidak menjadi suatu patokan kebenaran. Bagi dia, kualitas kader parpol lah yang mesti disoroti.

"Bagi saya tidak. Artinya tergantung juga kualitas kader yang dihasilkan oleh partai untuk kita perjuangkan di tengah-tengah masyarakat. Kuncinya di situ. Jadi tidak bisa juga digeneralisir seperti itu, tergantung partainya. Artinya, partai bagaimana menyeleksi dan hasil seleksinya itu betul berkualitas atau tidak. Contohnya seperti Jokowi. Ini dari hasil seleksi yang mendalam mulai dari Solo, mulai dari gubernur DKI, ini kan melalui seleksi. Nah, seleksi itulah yang menghasilkan kualitas kader yang baik," lanjutnya.

Untuk PDIP sendiri, kata Gembong lebih menggalakkan kaderisasi. Pematangan calon melalui kaderisasi terus ditingkatkan oleh PDIP untuk memperoleh calon yang berkualitas.

"Penggodokan di partai kan sudah mulai. Kaderisasi itu dalam rangka untuk pematangan kualitas kadernya. Nah kaderisasi yang terus-menerus dan berkesinambungan itu insya Allah akan menghasilkan kader yang berkualitas, yang mampu menyerap segala persoalan di tengah-tengah masyarakat."

Ketika diajukan nama Tri Rismaharini dan Ridwan Kamil sebagai calon yang bakal dibidik oleh oleh PDIP, Gembong menilai hal tersebut masih lama.

"Kalau bicara nama nanti. Kan seleksinya masih panjang. Calonnya ya banyak lah. seleksinya nanti. Namun proses seleksinya belum. Cuma kaderisasi berjalan terus. Di ujungnya, nanti ketika udah mulai penjaringan, penyaringan, di situ partai akan menetapkan. Penjaringan dan penyaringan belum. Kita jaring dulu dari beberapa sekian nama, kemudian kita saring. Hasil penjaringan itu nanti melalui fit and proper," tutup Gembong.

Baca juga:
Ini reaksi Ahok soal survei Risma & Emil saingan kuat di Pilgub 2017
Ahok siap ladeni Risma dan Ridwan Kamil dalam Pilgub DKI 2017
Disebut cocok jadi presiden, Ridwan Kamil dilirik jadi gubernur DKI
Ridwan Kamil kuat di tata kota, tapi lemah atasi persoalan politik
Survei Cyrus Network: Haji Lulung bukan calon idola di pilgub 2017

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.