Bukan Sekadar Doa, Pangdam Cenderawasih Ajak Tokoh Agama Perkuat Peran dalam Menjaga Keamanan Papua
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim mengajak tokoh agama di Papua untuk berperan aktif menjaga keamanan Papua. Bagaimana ajakan ini bisa menjadi kunci terciptanya kedamaian?
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim baru-baru ini menginisiasi pertemuan penting di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XVII Cenderawasih, Jayapura. Pertemuan tersebut secara khusus mengundang para tokoh agama untuk berdiskusi mengenai stabilitas wilayah dan peran strategis mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam Amrin Ibrahim secara langsung mengajak seluruh tokoh agama di Papua untuk berperan aktif. Mereka diminta membantu aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas daerah melalui penyebaran pesan-pesan positif dan kedamaian.
Ajakan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara militer dan masyarakat sipil, khususnya dari kalangan pemuka agama. Harapannya, pesan-pesan kedamaian dapat tersebar luas demi mewujudkan Papua yang aman dan damai secara berkelanjutan.
Sinergi Militer dan Tokoh Agama: Fondasi Kedamaian
Pangdam Amrin Ibrahim menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menyebarkan pesan damai di tengah masyarakat Papua. Ia berharap pesan-pesan tersebut dapat menyentuh hati masyarakat, termasuk mereka yang mungkin memiliki pandangan berbeda atau terlibat dalam konflik.
Pangdam juga menegaskan komitmen TNI untuk selalu mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap tugas dan interaksi dengan masyarakat. Hal ini sejalan dengan karakteristik Papua sebagai miniatur Indonesia yang multikultural, di mana berbagai suku dan agama hidup rukun berdampingan.
"Saya berharap tokoh agama di Papua ikut serta membantu aparat keamanan menjaga keamanan dengan menyampaikan pesan-pesan kedamaian," ujar Mayjen TNI Amrin Ibrahim. Upaya bersama ini diharapkan dapat menciptakan Papua yang lebih aman dan sejahtera bagi semua warganya.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya akan meminta rekan-rekannya di TNI agar dalam menjalankan tugas selalu melakukan pendekatan humanis. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan dan hubungan baik dengan masyarakat setempat.
Respon Positif dari Pemuka Agama: Komitmen Bersama
Ajakan Pangdam Cenderawasih ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pemuka agama yang hadir dalam pertemuan tersebut. Vikaris Jenderal Keuskupan Jayapura, Pastur Barnabas Daryana, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
Pastur Barnabas menekankan pentingnya kolaborasi erat antara militer dengan tokoh agama demi terwujudnya situasi keamanan yang stabil. "Dengan ketulusan kita hidup bersama berdampingan agar 'Papua surga kecil jatuh di bumi' terwujud," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat harus bebas beraktivitas tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain, menunjukkan pentingnya toleransi dan kebersamaan. Harapan ini mencerminkan visi Papua yang damai dan inklusif.
Senada, tokoh muslim Papua sekaligus Ketua Pengurus Masjid Raya Baiturrahim Jayapura, Abdul Kahar Yelipele, turut mengapresiasi langkah Pangdam. Ia melihat kegiatan pelibatan tokoh agama ini sebagai strategi yang sangat efektif dalam menjaga kondusivitas wilayah.
"Tokoh agama adalah ujung tombak menjaga Papua tetap kondusif serta tetap aman dan damai dalam bingkai NKRI," tegas H. Abdul Kahar Yelipele. Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa peran komunitas agama sangat vital dalam menjaga keutuhan dan stabilitas nasional di Papua.
Sumber: AntaraNews