LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

BPN Prabowo Usulkan KPU Tak Undang Menteri Kabinet Jokowi di Debat Capres

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said setuju dengan usulan Bawaslu yang meminta jumlah penonton debat dikurangi.

2019-02-20 19:34:42
Prabowo-Sandiaga
Advertisement

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said setuju dengan usulan Bawaslu yang meminta jumlah penonton debat dikurangi. Dia menilai jumlah pendukung yang hadir di lokasi debat tak teratur sehingga mengganggu suasana debat.

"Jumlah yang hadir yang tidak tertib, yang kemarin memang sudah dibicarakan, terutama dari paslon 01. Itu bukan hanya mengganggu suasana di dalam, tapi juga suasana di televisi, yang menjadi hak masyarakat untuk tahu. Jadi kalau usulan kita bisa disederhanakan, hemat, address kita lebih kepada publik di luar lewat TV kalau yang di dalam cukup 30 (orang)," kata Sudirman di Jalan kawasan Jakarta Selatan, Rabu (20/2).

BPN mengusulkan KPU tak perlu mengundang banyak orang. Termasuk para menteri di Kabinet Jokowi yang diundang dan akhirnya seolah-olah mendukung pasangan 01.

Advertisement

"Terus KPU tidak usah mengundang banyak orang. Menimbulkan prasangka yang diundang para menteri-menteri, kemudian seolah menteri-menteri mendukung 01. Padahal belum tentu kan, menteri kan pejabat negara yang netral, itu kita usulkan terserah," ujarnya.

Mantan Menteri ESDM itu mengusulkan supaya KPU memberikan penambahan waktu untuk kedua paslon supaya lebih jelas dalam mengeksplorasi materi debat.

"Sebetulnya kan semua publik menghendaki perbaikan. Terbukti 2 kali debat, memberi waktu yang semenit, 2 menit itu, membuat kita tidak bisa mengeksplor kemampuan sendiri, kemampuan kompetitor, pikiran-pikiran secara utuh," imbuhnya.

Advertisement

Selain itu, menyerahkan kepada Bawaslu soal ketegangan antara TKN dan BPN yang terjadi di debat capres kemarin pada Minggu (17/2) kemarin. Menurutnya, publik bisa menilai siapa penyebab kericuhan tersebut terjadi.

"Biarkan Bawaslu menyimpulkan. Tapi saya kira sekarang gampang banget ya, menemukan jejak digital gitu, tidak hanya gambar, tapi juga video, jadi silakan Bawaslu melihat," tandas Sudirman Said.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana mengurangi jumlah pendukung atau penonton yang berada di ruang debat pilpres tahap ketiga. Pendukung menjadi 50 untuk masing-masing pendukung pasangan capres cawapres.

Ketua KPU Arief Budiman menyebut pengurangan itu untuk menjaga situasi debat capres lebih tenang dan kondusif.

"Usulan dari Bawaslu juga tadi sudah disampaikan karena debat ini supaya bisa lebih tenang, lebih nyaman, dan lebih fokus. Jumlah pendukung diusulkan nanti dikurangi, nanti jumlahnya ya kurang lebih 50-an saja dari masing-masing pasangan calon," kata Arief membebeberkan hasil evaluasi sementara debat kedua capres, di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (20/2).

Baca juga:
Erick Thohir Sebut Jokowi Ungkap Lahan Prabowo Bukan Serang Personal
Jawaban Mendes Eko Soal 191.000 Km Jalan Desa Dituding Setara 4,8 Kali Keliling Bumi
BPN Prabowo: Penggabungan Kementerian LH & Kehutanan Buat Pengawasan Tak Efektif
KPU Kurangi Jumlah Pendukung di Ruang Debat Menjadi 50 Orang
Ma'ruf Amin Akan Tampil Ceria Saat Berdebat dengan Sandiaga Uno

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.