Beredar SMS imbalan Rp 3 miliar, komite etik jangan 'masuk angin'
Diduga ada upaya menggiring proses pemilihan calon ketua umum Golkar melalui sistem aklamasi.
Belasan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar secara terbuka telah menyatakan dukungan untuk Setya Novanto sebagai ketua umum Partai Golkar. Dukungan untuk Setya Novanto disampaikan dalam pandangan umum DPD di rapat paripurna Munaslub Golkar di Nusa Dua, Bali, Senin (16/5).
Sebenarnya agenda rapat paripurna itu adalah pandangan umum DPD I terhadap pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar. Namun, setidaknya 14 DPD I justru menyatakan dukungannya untuk Setnov sudah ramai.
DPD I yang secara terbuka mendukung Setnov antara lain Jambi, Kepulauan Riau, Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Papua Barat, dan Bangka Belitung. Sedangkan dukungan terbuka untuk Setnov dari ormas sayap Golkar berasal dari Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).
Tokoh muda Golkar Ahmad Dolly Kurnia mengaku curiga dengan pernyataan dukungan itu. Dia menduga ada upaya menggiring proses pemilihan calon ketua umum Golkar melalui sistem aklamasi. Penyebutan nama Setya Novanto dianggap upaya untuk mempengaruhi pilihan DPD II.
Kecurigaannya semakin besar setelah beredarnya pesan singkat di kalangan pengurus DPD. Isinya, ada imbalan Rp 3 miliar bagi DPD I yang mau menyatakan dukungan secara terbuka untuk caketum tertentu dalam pandangan umum.
"Harusnya komite etik jangan tidur. Atau malah sudah menjadi bagian dari permainan itu?” ujarnya di sela-sela Munaslub Golkar di Nusa Dua, Bali.
Beberapa peserta Munaslub Golkar memang menerima pesan singkat. Isinya adalah uang Rp 3 miliar bagi ketua DPD I yang mau menyatakan dukungan secara terbuka untuk caketum tertentu.
Baca juga:
Komite Etik sebut malam ini puncak money politik Munaslub Golkar
14 DPD dukung Setnov, Akom bilang 'itu mencederai'
Wapres Jusuf Kalla tak tahu manuver Luhut di Munaslub Golkar
Priyo: Ical minta saya maju terus jadi caketum Golkar
Banyak didukung DPD, Timses Setnov bilang 'Kami tidak kaget'