Bawaslu sebut data pemilih ganda Pemilu 2019 bisa terus bertambah
Abhan melanjutkan, penelurusan data ganda juga masih dilakukan dengan melibatkan beberapa pihak seperti KPU, Dukcapil dan partai politik. Serta menurunkan aparat hingga keakar untuk melakukan pengecekan.
Polemik data pemilih ganda untuk Pemilu 2019 masih terus berlanjut. Menurut Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abhan, jumlah data pemilih ganda ini bisa terus bertambah.
"Bisa bertambah bisa berkurang kemungkinan. Mungkin yang 76 bisa kurang tapi yang selebihnya dari 76 ke 514 ini mungkin ada tambahan," kata Abhan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/9).
Abhan mengaku belum bisa mengetahui dimana saja daerah yang berpotensi muncul data ganda. Sebab, kata dia hal itu belum dipetakan.
Dia melanjutkan, penelurusan data ganda juga masih dilakukan dengan melibatkan beberapa pihak seperti KPU, Dukcapil dan partai politik. Serta menurunkan aparat hingga keakar untuk melakukan pengecekan.
"Kami dilibatkan bersama sama, KPU, Bawaslu partai politik dan stake holder lain misalnya dukcapil. Bareng-bareng jalan terus," ungkapnya.
Pengecekan data ganda, tambah Abhan, akan dilakukan selama 10 hari dengan pembagian alokasi waktu lima hari untuk di daerah, dua hari di kabupaten, satu hari di provinsi dan dua hari untuk nasional.
"Tentu ini juga harus didorong seluruh stake holder ya, artinya bahwa masyarakat juga harus pro aktif ketika belum merekam e-KTP," ucapnya.
Baca juga:
Mendagri tegaskan tak ada pemilih ganda jika KPU pakai DP4 Kemendagri
Dugaan 25 juta pemilih ganda, KPU-Bawaslu-parpol akan cek bersama
Koalisi Prabowo tak ingin penggelembungan DPT dimaanfaatkan oknum KPU
Koalisi Prabowo-Sandi dan KPU akan sisir temuan 25 juta pemilih ganda
KPU gelar rapat pleno rekapitulasi DPT tingkat nasional
Temukan 131.363 data ganda, Bawaslu rekomendasi KPU tunda rekapitulasi DPT