Koalisi Prabowo-Sandi dan KPU akan sisir temuan 25 juta pemilih ganda
Merdeka.com - Tim koalisi pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno atau Prabowo-Sandi, menentang penetapan Data Pemilih Sementara (DPD) untuk Pilpres 2019. Alasannya dari data yang mereka miliki ditemukan ada 25 juta pemilih ganda dari 137 juta DPS.
Para sekjen parpol pengusung koalisi Prabowo-Sandi mendatangi Kantor KPU RI pada Rabu (5/9) untuk membahas temuan tersebut. Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan koalisi Prabowo-Sandi bersama KPU akan melakukan penyisiran terhadap data pemilih ganda 25 juta tersebut.
"Tadi kita baru saja menyelesaikan rapat DPT dan kita akan melakukan kerja bareng dengan parpol koalisi Prabowo-Sandi. Kita juga akan melakukan penyisiran dengan KPU untuk melakukan penyisiran terhadap DPT yang kita terima dari KPU yakni 185 juta pemilih, 2 juta dari luar negeri. Kita akan melakukan penyisiran pada beberapa hal yang berpotensi ganda, karena untuk sementara kita menemukan jumlah angka yang cukup spektakuler," jelasnya.
Muzani juga meminta KPU memberikan klarifikasi atas temuan pihaknya. Data pemilih ganda 25 juta yang ditemukan pihaknya itu berpotensi menjadi masalah. Pihaknya juga telah menyerahkan data tersebut ke KPU.
"Kami juga akan membantu KPU terhadap keseluruhan data yang disampaikan pada kami. Sehingga pada akhirnya Pemilu ini akan diikuti oleh orang yang berhak memilih dan orang yang memiliki kewajiban untuk memilih Pemilu dan Pilpres," jelasnya.
"Saya rasa kita semua menginginkan agar Pemilu pada Rabu, 17 April 2019 mendatang adalah Pemilu yang bersih, Pemilu yang bisa diikuti semua warga bangsa, Pemilu yang bisa menjadi keceriaan bagi seluruh rakyat Indonesia," lanjutnya.
Penyisiran data pemilih ganda ini rencananya dilaksanakan selama 10 hari. Muzani menilai waktu 10 hari ini kurang. Kendati demikian pihaknya telah menyepakati penetapan waktu tersebut. Walaupun singkat, pihaknya bersama KPU akan bekerja keras.
"Bukan soal puas tidak puas (atas penetapan waktu 10 hari), tapi ini persoalan mencari kebaikan, kebenaran bersama. Ini bukan sesuatu yang kita inginkan, kita ingin Pemilu baik, clear, bersih," tutupnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya