Bakom RI Ajak Masyarakat Awasi dan Laporkan Penyimpangan Program Makan Bergizi Gratis
Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi dan melaporkan potensi penyimpangan atau korupsi pada Program Makan Bergizi Gratis yang bersifat transparan, sehingga membuat pembaca penasaran
Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) secara tegas mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak ragu-ragu untuk melaporkan serta mengawasi apabila ditemukan indikasi penyimpangan atau korupsi dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tenaga Ahli Muda Bakom RI, Hariqo Satria, menyampaikan bahwa sifat transparan dari program MBG memungkinkan setiap individu memiliki kemampuan untuk mendeteksi potensi kecurangan. Hal ini diharapkan dapat mendorong partisipasi publik yang lebih luas dalam menjaga integritas program.
Pengawasan aktif dari masyarakat sangat krusial untuk memastikan bahwa bantuan makanan bergizi ini tersalurkan secara tepat sasaran dan efektif. Pelaporan dini dapat mencegah kerugian negara serta menjamin keberlanjutan manfaat program bagi penerima.
Transparansi Program MBG Memudahkan Pengawasan Publik
Hariqo Satria menjelaskan, dalam Program Makan Bergizi Gratis, setiap orang hampir mempunyai kemampuan untuk mendeteksi di mana adanya korupsi dan penyimpangan. Kemudahan ini menjadi kunci utama dalam menjaga akuntabilitas program.
Dia menambahkan, hal tersebut berbeda dengan pengawasan masyarakat terhadap kegiatan pemerintah lainnya, seperti apabila terdapat korupsi terkait dengan pembelian alat tulis kantor, perjalanan dinas, hingga pembangunan jembatan, yang membutuhkan keahlian khusus. Sifat sederhana dari distribusi makanan membuat pengawasan lebih mudah dilakukan.
Selain itu, pemerintah sama sekali tidak memotong anggaran di bidang pendidikan, kesehatan, maupun penanggulangan kemiskinan, guna melancarkan Program Makan Bergizi Gratis. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga sektor-sektor penting lainnya.
Kecepatan Implementasi dan Dampak Positif MBG di Indonesia
Hariqo menilai sejauh ini, Indonesia sudah bergerak cepat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Pasalnya, negara lain disebutkan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk membangun sistem MBG serupa.
Saat ini, sudah ada 107 negara yang memiliki kebijakan nasional terkait pemberian MBG di sekolah, menunjukkan relevansi global program ini. Jumlah tersebut meningkat sejak tahun 2020, menandakan tren positif di seluruh dunia.
Untuk itu, Indonesia dinilai merupakan bangsa yang hebat karena bisa membangun sistem MBG dalam kurang dari dua tahun masa pemerintahan. Program ini telah menjangkau lebih dari 60 juta orang, termasuk ibu hamil hingga pelajar, yang mendapatkan Makan Bergizi Gratis.
Hariqo menambahkan, program tersebut pun sudah melahirkan lebih dari 1 juta orang pekerja atau menyerap tenaga kerja baru, sehingga meringankan beban ekonomi sebuah keluarga. Dampak positif ini meluas hingga ke sektor ekonomi.
Apresiasi Terhadap Keberlanjutan Program MBG
Hariqo Satria mengapresiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang terus menjalankan Program Makan Bergizi Gratis. Keberlanjutan program ini menjadi sorotan utama.
Menurutnya, selama ini belum ada pemerintahan sebelumnya yang berhasil menjalankan program serupa secara konsisten dan masif. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dari kepemimpinan saat ini.
“Pernah berjalan, pernah beroperasi, tetapi tidak pernah yang setiap hari dan dengan skala yang sebesar Makan Bergizi Gratis ini,” ungkap Hariqo menambahkan. Skala dan frekuensi program ini menjadi pembeda signifikan.
Sumber: AntaraNews