Amien: Kalau PAN cuma jadi tukang stempel kebijakan, ya keluar
"Kalau saling tidak percaya, karut marut, itu sinyal lampu kuning, lampu merah. Rakyat menjerit, elite rebutan tulang."
Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menegaskan akan tetap kritis meski sudah bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. PAN akan mengambil sikap jika perannya dibatasi.
"Apapun saya katakan, wanti-wanti saya, kalau di dalam cuma jadi tukang stempel kebijakan tidak benar, ya keluar," kata Amien di kantor PAN, Jumat (4/9).
Amien tak ingin kegaduhan politik terus terjadi sehingga rakyat terbengkalai. Untuk itu, lanjutnya, yang diperlukan saat ini adalah tokoh-tokoh politik saling memberi kepercayaan.
"Kalau saling tidak percaya, karut marut, itu sinyal lampu kuning, lampu merah. Rakyat menjerit, elite rebutan tulang, tidak bijak. PAN masuk hanya awal, kalau tidak bisa meyakinkan, PAN baiknya keluar," tegasnya.
Amien juga mengusulkan agar dilakukan pertemuan dengan pimpinan TNI/Polri, pimpinan lembaga tinggi negara, tokoh agama, dan juga tokoh bangsa seperti Try Sutrisno, BJ Habibie, pimpinan redaksi, pengusaha, dan NGO.
"Duduk bersama supaya ada united political entity supaya makin terkendali," tuturnya.
Baca juga:
Amien Rais: Kalau PAN hanya dikasih dua kursi, ini rangkulan maut
Amien: Pekerjaan kasih ke China, kita jadi penonton lapar!
Amien Rais terdepan dukung KMP, sekarang PAN pertama yang keluar
Pantun Prabowo buat PAN: Jangan lupa kawan lama
Politikus PDIP sambut baik masuknya PAN ke pemerintah
Fahri Hamzah: PAN gabung ke Jokowi-JK, tidak ke KIH