Alotnya RAPBN 2016, Ruhut minta jangan ada udang di balik bakso
Soal alokasi PMN sebesar Rp 39 triliun, Ruhut menyindir KIH dan KMP, jangan sampai kodok milik Jokowi ikut tertawa.
Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul meminta Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat tak menjadikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBN) 2016 sebagai alat tawar menawar untuk menggolkan dana aspirasi DPR, revisi undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Partai Demokrat mendukung apapun keputusan RAPBN 2016.
"Nggak ada masalah, kalau Demokrat itu selalu cair sebagai penyeimbang, tinggal saya mohon antara KMP dan KIH, jangan ada udang di balik bakso. Ya itu kan, ada yang bilang kaitan dengan dana aspirasi, ada yang bilang kaitan bargaining dengan revisi UU KPK, macam-macam lah," kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (30/10).
Meski mendukung, dia mengingatkan agar pemerintah bekerja maksimal merealisasikan program-program kerja.
"Kita kan sudah pernah berkuasa 10 tahun, kita sudah tahu, sudahlah pemerintah sudah bekerja dengan baik. Dalam hal ini kita ada beberapa catatan, tapi kita dukung," kata dia.
Dalam pandangannya, alokasi penyertaan modal negara (PMN) dalam RAPBN 2016 yang mencapai Rp 39 triliun, tidak terlalu besar. Hanya partai Gerindra yang mempermasalahkan itu.
"Ya itu kan kata Gerindra, tapi kalau kemarin Pak Prabowo menang kan lain lagi, sudah lah politik-politik gituan, kadang-kadang aku tersenyum, kadang-kadang aku tertawa, termehek-mehek," kata dia.
"Kita tanyakan saja pada rumput yang bergoyang. Jangan sampai nanti kodok Pak Jokowi yang ada di istana itu ikut tertawa, sudah lah DPR ini kerja yang baik," ucapnya.
Baca juga:
Menkeu persilakan DPR tolak pencairan anggaran PMN jika tak sesuai
Gerindra nilai target penerimaan perpajakan 2016 tak realistis
Alokasi dana PMN besar, Fraksi Gerindra tolak Rancangan APBN 2016
Buruh BUMN minta DPR tolak pengesahan RAPBN 2016
DPR minta Jokowi mundur jika tak berhasil penuhi target APBN 2016