Gerindra nilai target penerimaan perpajakan 2016 tak realistis
Merdeka.com - Fraksi Gerindra menilai target perpajakan sebesar Rp 1.500 triliun dalam Rancangan APBN 2016 tidak realistis. Mengingat perekonomian nasional sedang menurun.
"Target Rp 1.500 triliun dari sektor pajak dengan kondisi sekarang ini rasanya berat," jelas Anggota Fraksi Gerindra Wilgo Zainar di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/10).
Wilgo memaparkan, apabila pemerintah mematok target pendapatan terlalu tinggi, maka akan terjadi short fall atau gap antara realisasi pendapatan dengan terget pendapatan. Gap itu nantinya akan diisi oleh utang, baik secara bilateral, multilateral atau birokrasi.
"Nah kami tidak ingin target terlalu besar dan tak terealisasi maka kita lakukan peminjaman kembali dalam kondisi ekonomi melambat nasional, regional dan global," ujar Wilgo.
Target penerimaan negara dari pajak dalam APBNP 2015 sekitar Rp 1.294 triliun. Pemerintah memperkirakan short fall sebesar Rp 120 triliun.
Wilgo mengatakan, angka yang sebaiknya dicantumkan pemerintah adalah angka yang dicantumkan dalam APBNP 2015 yang belum tercapai.
"Kemarin belum bisa tercapai. Kembali kepada angka kemarin saja, ke Rp 1300 sekian triliun. Karena yang kemarin belum tercapai maka harus lebih realiatis lagi." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya