Akhir April, PKS kerucutkan nama Capres-Cawapres jadi satu nama
Hingga kini PKS, belum terpikirkan untuk mengusung di luar sembilan nama Cawapres. Ia pun optimistis calon koalisi PKS, yakni Gerindra akan menyetujui calon yang diajukan.
Ketua DPP Bidang Polhukam Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzzamil Yusuf mengatakan, dari sembilan nama calon presiden dan wakil presiden (Capres-Cawapres) yang diajukan partainya akan mengerucut satu nama. Pengerucutan satu mana itu nantinya akan ditentukan oleh majelis syura PKS pada akhir April mendatang.
"Nanti mengerucut, insyaAllah akan segera mengerucut pada di akhir April ini pada satu nama setelah kita ada mitra koalisi. Begitu mitra koalisi kita oke tentu kita akan mengerucut ke satu nama," kata Muzzamil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4).
Menurutnya dari sembilan nama yang disepakati menjadi Capres-Cawapres dari PKS kemungkinan terbesar akan mengerucut pada nama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher). Namun, kata Muzzamil, hal itu belum bisa dipastikan.
"Ya mungkin (Aher). Nanti kita lihat saja. saya bilang mungkin, tidak mengatakan akan pasti ke beliau. Mungkin ke beliau. Itu nantilah majelis syuro yang menentukan," ungkapnya.
Lanjutnya, hingga kini PKS, belum terpikirkan untuk mengusung di luar sembilan nama Cawapres. Ia pun optimistis calon koalisi PKS, yakni Gerindra akan menyetujui calon yang diajukan.
"InsyaAllah terpilih (oleh Gerindra). Kami optimis," ucapnya.
Diketahui PKS mengajukan sembilan nama capres-cawapres. Di antaranya adalah Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Sohibul Iman, Salim Segaf Al Jufri, Tifatul Sembiring, Al Muzammil Yusuf, dan Mardani Ali Sera.
Baca juga:
Gerindra keberatan capres petahana boleh pakai pesawat kepresidenen saat cuti
Besok deklarasi, Gerindra harap-harap cemas tunggu sikap Prabowo
Resmikan posko 'JOIN', Cak Imin deklarasi dukung Jokowi di Pilpres 2019
Desmond: Prabowo bisa jadi king maker, yang penting kita ganti Pak Jokowi
Ketua DPR respons positif KPU bolehkan capres petahana pakai pesawat kepresidenan