Ade Komarudin: Setahun kemarin, DPR tak produktif dan terlalu gaduh
Rencananya, 11 Januari Ade Komaruddin resmi gantikan Setya Novanto jadi ketua DPR.
Partai Golkar menunjuk Ade Komarudin, sebagai pengganti Setya Novanto di kursi Ketua DPR. Ade menilai, sejauh ini lembaga DPR menjalankan fungsi pengawasannya dengan baik.
"Saya katakan dari segi fungsi pengawasan sudah berjalan baik. Bahkan harus dikendalikan, namun bukan untuk distop, tapi diarahkan agar jadi pengawasan yang konstruktif, bukan destruktif," ujar Ade, saat pulang kampung dan meresmikan salah satu food court, di Purwakarta, Sabtu (19/12).
Ade menilai, fungsi pengawasan penting. Namun, bukan berarti untuk mencari kesalahan karena pengawasan dalam konteks menyalahkan itu lebih gampang.
"Selama setahun kemarin, DPR kurang produktif bahkan terlalu gaduh. Yang ada fungsi pengawasan lebih dominan dibanding dua fungsi lainnya yakni legislasi dan anggaran," ujar Ade.
Ade menilai, mulai 11 Januari nanti dirinya resmi menjabat sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Setya Novanto memutuskan mundur karena terbelit kasus pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres JK dalam upaya perpanjangan kontrak Freeport.
"Insya Allah jika tidak ada halangan, pada 11 Januari 2016, saya akan menggantikan Setya Novanto. Itu amanah besar bagi saya dengan memimpin 560 anggota DPR," ujar dia.
Dia menambahkan, kepemimpinannya di DPR kelak, akan lebih mengarahkan anggotanya untuk melakukan pengawasan yang konstruktif. "Yang beri solusi bukan mempermasalahkan masalah yang ada sehingga tidak semakin ruwet," katanya.
Baca juga:
Ini cara Setnov buat kembalikan kepercayaan rakyat
Mundur dari kursi ketua DPR, Setya Novanto bisa dijerat Kejagung
Rebutan kursi Ketua DPR, Golkar kubu Ical & Agung kembali berseteru
Golkar kubu Agung Laksono tunjuk Agus Gumiwang jadi ketua DPR
Barang pribadi Setnov di DPR diangkut ke rumah pribadi
Wapres JK akui sulit masyarakat percaya Setya Novanto
PDIP sebut Ade Komarudin pengalaman & tidak punya rekam jejak buruk