Ada mekanik di Super Tucano yang jatuh, ini penjelasan Panglima TNI
Pesawat tempur jatuh di permukiman warga saat sedang uji coba terbang.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan ada seorang mekanik yang ikut terbang bersama pilot di Pesawat latih tempur Super Tucano yang jatuh di permukiman warga Jalan LA Sucipto RT 3 RW 5, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
Gatot menjelaskan, dalam melakukan test terbang keberadaan mekanik diperlukan untuk mendampingi Pilot. Sehingga, hal itu sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
"Kalau ini test flight itu maka teknisinya ikut bersama-sama terbang agar mengetahui bagaimana kondisi pesawat, mulai dari start engine sampai dengan di udara. Ini SOP-nya demikian," kata Gatot usai menghadiri rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/2).
Gatot menjelaskan, hak tersebut dikarenakan timbul pertanyaan mengapa ada seorang mekanik yang ikut terbang dalam pesawat latih tempur Super Tucano.
"Jadi kenapa ditanyakan tempat co pilot kok ada (mekanik) karena memang ingin mengetahui ada apa, apa ada suara kemudian ada instrumen-instrumen yang bisa dilihat," katanya.
Sebelumnya Gatot telah menyatakan belum dapat memastikan penyebab jatuhnya pesawat tersebut. Dia menegaskan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan investigasi.
Baca juga:
Panglima TNI belum bisa pastikan penyebab jatuhnya pesawat di Malang
Dua anak Mayor Ivy belum diberitahu ayahnya meninggal dunia
Kasau: Pesawat Super Tucano TTT3108 jatuh seperti ngebor ke tanah
Sebelum meninggal, Mayor Ivy sempat menelepon istri nanya kabar anak
Ini firasat keluarga Mayor Ivy sebelum kecelakaan di Malang
Kasau tinjau lokasi jatuh Super Tucano di permukiman warga di Malang
2 Jenazah ditemukan di lokasi jatuhnya Super Tucano