Zulkifli Hasan Minta Keluhan soal MBG Tak Diunggah ke Medsos: Jangan Akting, Sampaikan ke SPPG
Ia menilai, penyampaian melalui jalur komunikasi resmi dengan SPPG akan lebih efektif untuk perbaikan kualitas layanan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengimbau para siswa agar tidak menyampaikan keluhan terkait program Makan Bergizi (MBG) melalui media sosial. Ia menilai, penyampaian melalui jalur komunikasi resmi dengan SPPG akan lebih efektif untuk perbaikan kualitas layanan.
"Saya mengimbau kalau ada masalah jangan akting di medsos. Bisa dikomplain, kita mau perbaikan jadi sampaikan ke SPPG, tapi kalau 'akting' di medsos kan beda lagi," kata Zulkifli Hasan saat menghadiri MBG di SMAN 1 Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (23/4).
Siswa Bisa Ajukan Permintaan Menu
Selain menerima keluhan, pemerintah juga membuka ruang bagi siswa untuk mengajukan permintaan variasi menu MBG agar tidak menimbulkan kebosanan.
"Kalau menu bosan karena sama terus, bisa request. Mau chicken teriyaki, spageti, dan lain-lain bisa," ungkapnya.
Menurutnya, saat ini menu MBG telah lebih beragam dan disesuaikan dengan selera anak-anak, termasuk menghadirkan makanan kekinian seperti spaghetti.
Protes Jika Kualitas Tidak Sesuai
Zulkifli menegaskan, jika terdapat menu yang tidak layak atau tidak sesuai standar, pihak sekolah diminta untuk menyampaikan komplain langsung kepada SPPG.
"Jadi komplain saja. Kalau nanti makanan itu tidak sesuai Rp10.000 ya misalnya proteinnya tidak ada, bisa protes sekali dua kali tiga kali. Kalau terus diabaikan kita cek, bisa disuspen," ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah terus memantau standar gizi dalam pelaksanaan program MBG di sekolah. Pengawasan dilakukan melalui satuan tugas (satgas) yang melibatkan pemerintah daerah hingga tingkat bawah.
"Pemerintah pusat tidak bisa ngecek satu persatu, di sini kita sudah bikin satgas ada wali kota, sampai ke camat, sampai ke desa bisa ngecek. Termasuk kesehatannya," pungkasnya.